Cukupi Kebutuhan Hidup, Sopir Pariwisata Beralih Jual Bunga Cempaka

Gede Arya yang sebelumnya sopir pariwisata beralih menjadi penjual bunga. (rob)

MANGUPURA | patrolipost.com – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun berdampak negatif terhadap ekonomi masyarakat, termasuk pelaku pariwisata. Berbagai cara kemudian ditempuh oleh para pelaku pariwisata pasca di-PHK atau dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Seorang pelaku pariwisata, Gede Arya Putra contohnya. Pria yang beralamat di Banjar Taman, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung ini, sebelumnya sopir pengantar tamu asing ke tempat-tempat wisata. Kini beralih profesi sebagai menjual bonsai dan bunga Cempaka untuk menyambung hidup di masa pandemi.

Bacaan Lainnya

“Saya dulunya sopir travel, masuk masa pandemi pendapatan menurun bahkan tak ada sama sekali. Saya kebetulan ada tanaman cempaka di rumah sehingga itu yang saya berdayakan untuk menambah penghasilan. Pagi-pagi petik bunga Cempaka dan menjualnya,” ungkap Gede Arya ditemui di kediamannya, Kamis, (4/3/2021).

Gede Arya menambahkan, pemasukan yang didapat dari hasil menjual bunga Cempaka pun tidak seberapa. Hal terpenting menurut Gede Arya adalah tetap ada pemasukan di masa pandemi ini.

“Harga bunga Cempaka pada hari-hari biasa, 50 bunga cempaka dihargai Rp 5.000. Pada saat Piodalan dan Rahinan, 50 bunga Cempaka bisa dijual Rp 15.000,” ungkapnya.

Gede Arya mengakui sudah mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Walaupun demikian, BST yang jumlahnya Rp 300.000 tersebut tidak bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Adapun usaha sampingan Gede Arya selain jual bunga Cempaka adalah menjual tanaman bonsai.

Gede Arya berharap ekonomi Bali bisa segera pulih. Oleh karena itu, Dia mendorong Pemerintah agar mengupayakan kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali seperti dulu. Hal ini tentunya harus diwujudnyatakan dalam bentuk pencegahan dan penanganan Covid-19 yang lebih serius. Menekan angka positif baru dan terus mengupayakan peningkatan jumlah pasien sembuh perharinya.

“Harapan saya sebagai pelaku pariwisata, buka kembali pariwisata Bali sehingga saya dan teman-teman bisa kembali bekerja seperti dulu. Hal ini tentunya tidak mudah, namun saya optimis pariwisata Badung dan Bali pada umumnya akan pulih kembali,” pungkas Gede Arya.  (pp04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.