Menggila! Kasus Harian Covid-19 Indonesia di Atas 10 Ribu Orang

ILustrasi coronavirus (Covid-19)/net.

JAKARTA | patrolipost.com – Memasuki pekan ketiga Januari 2021 pandemi Covid-19 di Indonesia semakin menggila, ditandai melonjaknya kasus harian di atas 10 ribu pasien selama 6 hari berturut-turut. Angka tertinggi terjadi Sabtu, 16 Januari 2021 dengan kasus positif harian mencapai 14.224 orang.

Hari ini, Minggu (17/1/2021) angkanya sedikit menurun yakni 11.287 kasus baru, pasien sembuh ada penambahan sebanyak 9.102 orang. Namun, kabar duka tetap ada karena pasien meninggal dunia juga bertambah sebanyak 220 orang. Penambahan kasus baru ini menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 907.929 orang.

Bacaan Lainnya

Angka penambahan kasus baru harian Covid-19 melebihi 10 ribu terjadi sejak Selasa (12/1/2021) yakni 10.047 kasus, Rabu (13/1/2021) kasus meningkat ke angka 11.278 kasus. Kemudian pada Kamis (14/1/2021) bertepatan dengan dimulainya program vaksinasi nasional, kasus baru harian kembali melambung sebanyak 11.557 kasus.

Pada Jumat (15/1/2021), kasus baru harian lagi-lagi meningkat ke angka 12.818 kasus. Dan berlanjut, Sabtu (16/1/2021) mencapai 14.224 kasus. Angka ini tertinggi sejak pemerintah mengumumkan penularan Covid-19 pertama kali 2 Maret 2020 silam.

Banyak pihak menuding naiknya jumlah kasus Covid-19 antara lain dipicu libur Panjang, selain karena masih abainya masyarakat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Menjelang akhir tahun ada beberapa liburan yang dituding menjadi penyebab naiknya kasus positif. Pasalnya, Indonesia memiliki riwayat lonjakan kasus Covid-19 pasca-liburan panjang yang pernah ada.

Berikut ini adalah data terkait peningkatan kasus infeksi usai libur panjang berdasarkan paparan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi, dikutip dari Kompas.com:

  • Libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020: Peningkatan kasus 69-93 persen pada 6-28 Juni 2020
  • Libur HUT RI 15-17 Agustus 2020: Peningkatan kasus 58-188 persen pada 1-3 September 2020
  • Libur Akhir Oktober: Peningkatan kasus 17-22 persen pada 8-22 November 2020
  • Libur Natal dan Tahun Baru 24 – 27 Januari dan 1 – 4 Januari: Peningkatan kasus pada 12 – 17 Januari 2021.

Lantas apa yang menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia? Epidemiolog dari Unair Windhu Purnomo menjelaskan, penyebab tingginya kasus Covid-19 yang dilaporkan saat ini dipengaruhi dari peristiwa yang terjadi seminggu sampai dua minggu sebelumnya.

“Tinggal kita telusuri ke belakang 7-14 hari yang lalu ada peristiwa apa, ya itulah yang kemungkinan besar sebagai kausa atau faktor pemicu. Sedang kepastian penyebabnya harus melalui hasil tracing,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Saat disinggung terkait libur Nataru, menurutnya bisa jadi menjadi salah satu penyebab lonjakan. Yang menjadi persoalan, yakni tracing kasus di Indonesia masih sedikit, sehingga penyebab pastinya juga tidak dapat diketahui.

Sementara itu, epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan penyebab lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia tersebut bukan hanya karena libur Nataru, melainan akumulasi dari peristiwa-peristiwa besar seperti Pilkada 2019, cuti bersama, dan hari libur lainnya.

Oleh karena itu, ia mengingatan akan adanya vaksin Covid-19 saat ini bukan berarti masyarakat sudah bisa leluasa untuk kembali beraktivitas seperti biasa.

Menurutnya, saat ini vaksin masih ada di taraf perlindungan pribadi, bukan komunitas. Untuk itu, Protokol Kesehatan penting selalu diterapkan. Selain Protokol Kesehatan, Dicky juga menekankan Pemerintah wajib untuk terus meningkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment), agar kasus-kasus yang ada di masyarakat segera ditemukan dan tidak menyebar semakin luas.

“Perlu diingat bahwa program vaksinasi hanya salah satu bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan pandemi, dengan belum ada kepastian berapa persen kemampuan vaksin, tentu kita harus terus melakukan strategi yang sangat vital, penting, fundamental, yaitu 3T dan 5M,” kata Dicky. (kpc/807)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.