Depresi Ditinggal Kawin Mantan Istri, Duda di Gerokgak Nekad Gantung Diri

  • Whatsapp
Aparat kepolisian dan tenaga medis mendatangi rumah Nyoman Bagus Arimbawa di Banjar Dinas Sari Mekar, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Rabu (13/1/2021).

SINGARAJA | patrolipost.com – Warga Banjar Dinas Sari Mekar, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, digegerkan oleh aksi nekat duda bernama I Nyoman Bagus Arimbawa (49). Ia ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Rabu (13/1/2021) sore. Arimbawa yang sehari-hari sebagai wiraswasta ini diduga mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya.

Peristiwa itu diketahui pertama kali diketahui kerabat korban bernama Putu Yoga Sastrawan (13). Saksi tanpa sengaja melihat korban di belakang rumahnya hanya mengenakan celana pendek warna putih strip hitam, dalam posisi tergantung.

Bacaan Lainnya

Melihat keganjilan itu, Yoga Sastrawan panik dan segera memberitahu pembantu korban, Luh Sukerti (40). Kemudian Sukerti memeriksa keadaan dan mendapati  tali nilon warna biru sepanjang 250 cm melilit di leher korban. Ujung tali itu dikaitkan ke konsol kanopi atap rumah.

Luh Sukerti kemudian bergegas memanggil kerabat korban untuk membantu menurunkan jasad korban. Peristiwa bunuh diri dengan cara menggantung diri itu kemudian dilaporkan ke Perbekel Desa Pemuteran Nyoman Arnawa dan meneruskan laporan ke Polsek Gerokgak.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa warga yang gantung diri. Kompol Widana mengaku segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Kompol Widana menyebutkan, dari pemeriksaan medis oleh tim medis Puskesmas II Gerokgak yang dipimpin oleh dr Made Elektra, korban dinyatakan meninggal dunia akibat jeratan tali di leher korban.

“Pada leher korban ada tanda kebiruan bekas jeratan tali. Korban dinyatakan meninggal akibat kekurangan oksigen, karena lehernya terjerat tali. Terdapat air liur di dada korban sepanjang 43 cm. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Disimpulkan korban meninggal akibat bunuh diri,” kata Kompol Widana seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa.

Kompol Widana mengatakan, berdasarkan keterangan dari keluarga, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena cerai dan ditinggal nikah oleh mantan istrinya.

“Korban mengalami depresi berat, pernah dirawat di RS Jiwa Bangli. Sudah beberapa kali korban didapati pihak keluarga mencoba bunuh diri,” tandasnya. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *