Debit Mengecil, Konsumen PDAM Bangli Terpaksa Begadang Agar Bisa Dapat Air

  • Whatsapp
Proses perbaikan jaringan pipa tranmisi di sumber mata air Tirta Gamongan, Desa Kayubihi, Bangli.

BANGLI | patrolipost.com –  Sejak sepekan belakangan ini pasokan air bagi pelanggan di areal Kota Bangli mengalami gangguan. Dengan pola begilir yang diterapkan pihak PDAM, warga harus begadang untuk mendapatkan air. Sementara pihak PDAM beralasan pola bergilir terpaksa diterapkan karen terjadi penurunan debit air dan terjadi kerusakan pada jaringan pipa.

Menurut Agung Hendra, salah seorang pelanggan PDAM, sudah sejak sepekan harus begadang menunggu air mengalir. Air baru mengalir sekira pukul 22.00 Wita. ”Untuk menampung air, kami terpaksa begadang sampai  pukul 01.00  dini hari,” ujarnya,  Selasa (12/1/2021).

Bacaan Lainnya

Agung berharap pihak PDAM segera mengabil langkah untuk mengatasi masalah ini, jika dirasa membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikan, pola bergilir juga diatur. “Jangan satu areal tiap malam baru dapat air, tapi dilakukan secara begilir,” sebutnya.

Terpisah Direktur PDAM Bangli Dewa Gde Ranto Suparso Mesi mengatakan, gangguan suplay air dikarenakan selain terjadinya pipa tranmisi yang ambrol karena tergerus longsor dan panel pompa terbakar, juga karena penurunan debit air. Untuk perbaikan sedang dikerjakan khusus untuk perbaikan  panel sudah tuntas.

“Untuk pipa yang tergerus longsor sedang dikerjakan. Kami bersama karyawan turun melakukan perbaikan,” sebutnya.

Lanjut direktur asal Banjar/Kelurahan Kawan ini, justru yang menjadi ganjalan adalah terjadinya penurunan debit air di sumber mata air Gamongan. Sebelumnya debit air 31 liter per detik  turun menjadi 16 liter per detik.

“Kami tidak bisa memprediksi terjadi penurunan debit air, ini karena faktor alam,” sebutnya, seraya menambahkan karena terjadi penurunan debit pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Kata Dewa Suparso Mesi dengan penurunan debit praktis akan mengganggu suplay air ke konsumen. Untuk mengatasi krisis air, pihaknya akan menyuplay air ke masyarakat. “Untuk pendistribusian air ke konsumen, kami meminjam mobil tangki ke Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali,” ungkapnya.

Penuruan debit kerap terjadi pada bulan Desember atau ketika memasuki musim penghujan, untuk mengatasi masalah klasik ini mau tidak mau untuk jangka panjangnya perlu dipikirkan membanguan waduk.

”Memang DED untuk Waduk Tamansari sudah ada namun belum terealisasi mudah-mudahan ke depanya pemerintah memikirkan untuk membangun Waduk Tamansari,” harapnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *