Fakta! Wanita Perlu Waktu 13 Menit 25 Detik untuk Capai Orgasme

  • Whatsapp
Foto ilustrasi/net.

PATROLIPOST.COM – Orgasme merupakan puncak kepuasan saat melakukan hubungan intim atau seks. Seperti dikutip Fimela.com dari laman prevention.com, ada banyak fakta menarik mengenai orgasme ini. Salah satu faktanya adalah, perempuan bisa merasakan orgasme berkali-kali, sementara pria butuh waktu untuk kembali pulih dan mencapai klimaks.

Saat mengalami orgasme, beberapa bagian tubuh perempuan dan pria akan mengeras atau mengalami pembengkakan. Setelah beberapa waktu, kondisi ini akan pulih dengan sendirinya. Pasangan suami istri yang melakukan hubungan intim pun bisa kembali memulai hubungan yang lebih panas, mengesankan juga menggairahkan.

Bacaan Lainnya

Baik perempuan maupun pria, ketika mengalami orgasme keduanya juga akan merasa sangat bahagia, lebih bersemangat, timbul perasaan semakin nyaman antar keduanya, timbul cinta yang semakin dalam, keintiman fisik maupun psikis yang semakin dekat hingga kelelahan. Para peneliti menyebutkan jika perempuan memiliki kemampuan fisik lebih mengesankan untuk mencapai orgasme berkali-kali jika dibandingkan dengan pria.

Meski begitu, ini tetap tergantung pada stimulasi ransangan yang diberikan suami padanya. Semakin intens stimulasi rangsangan yang diberikan, semakin mungkin perempuan mengalami multiorgasme atau orgasme berulang kali. Sementara pria, ketika akan mencapai orgasme atau klimaks selanjutnya, selalu ada jeda atau waktu untuk memulihkan fisiknya.

Durasi orgasme yang dirasakan perempuan maupun pria bervariasi. Ini tergantung pada rangsangan, minat seksual juga usia keduanya.

Pemicu Orgasme Perempuan

Orgasme tentu menjadi hal yang diinginkan setiap perempuan ketika bercinta dengan suami. Mencapai kepuasan seksual akan membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin dan endorfin yang kuat sehingga membuat diri sendiri rileks dan bahagia.

Namun apakah sebenarnya hal yang paling bisa memicu tercapainya orgasme pada perempuan?

Dilansir dari Mindbodygreen, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Sex & Marital Therapy menemukan bahwa pemicu orgasme terbesar pada perempuan adalah rangsangan pada klitoris.

Penelitian yang dilakukan pada 1.055 perempuan dengan rentang usia 18 hingga 94 tahun itu menganalisis data tentang kehidupan seksual pribadi mengenai stimulasi klitoris, apakah semua orgasme memuaskan dan berapa banyak sebenarnya orgasme bisa dicapai ketika melakukan penetrasi dengan suami.

Sebanyak 75,5 persen perempuan mengaku bahwa orgasmenya memuaskan, dan lebih dari sepertiga dari mereka mengaku bahwa rangsangan klitoris adalah yang paling banyak membuat mereka orgasme. Sebanyak 20 persen mengaku mendapat orgasme dari rangsangan seksual lainnya dan hanya di bawah 10 persen yang tidak mengalami orgasme sama sekali selama hubungan seksual.

Durasi Mencapai Orgasme

Tidak seperti laki-laki, perempuan lebih sulit mencapai klimaks saat bercinta. Rangsangan yang cukup dan pelumasan yang baik di organ intim belum tentu menjamin tercapainya orgasme. Inilah mengapa penelitian mencoba mengetahui sebenarnya berapa lama waktu rata-rata berapa perempuan bisa orgasme selama bercinta.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa rata-rata perempuan membutuhkan 13 menit 25 detik untuk bisa mencapai orgasme. Waktu yang dibutuhkan bervariasi antara 5 menit hingga 21 menit paling lama.

Peneliti melibatkan 645 perempuan dari 21 negara untuk melihat berapa lama waktu bercinta sehingga mereka mencapai orgasme dengan menggunakan stopwatch. Usia perempuan dan berapa lama hubungan cinta yang dijalin dengan pasangan tidak berpengaruh sama sekali.

Tentu saja, setiap perempuan akan membutuhkan waktu berbeda-beda untuk mencapai orgasme. Penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa membutuhkan 6 menit saja bagi banyak perempuan mencapai orgasme.

Terlepas dari berapa pun lamanya mencapai orgasme, sebaiknya tidak mengabaikan fakta bahwa ikatan emosional yang dibangun dengan pasangan lebih berharga dan penting untuk dijaga. (807)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *