Masyarakat Mabar Nilai KPU Tidak Siap Gelar Debat Publik Paslon  

  • Whatsapp

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Penyelenggaraan Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mabar mendapat tanggapan negatif dari warga masyarakat. Pasalnya, penyelenggara terkesan tidak siap sehingga hasilnya pun tidak maksimal.

Misalnya, warga mengeluhkan tayangan siaran langsung yang disiarkan melalui laman Facebook KPU Mabar, tidak bisa diakses. Warga juga menyoroti suasana di dalam ruangan tempat debat berlangsung. Meski terdapat beberapa unit AC dan kipas angin, para paslon dan undangan tetap merasa kepanasan. Selain itu, suara yang dihasilkan dari perangkat soundsystem juga tidak terdengar jelas oleh warga yang datang mendengarkan langsung debat terbuka ini.

Bacaan Lainnya

Mirisnya lagi, warga juga mengeluhkan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 yang seolah – olah diabaikan. Masih terdapat kerumunan pendukung tiap palson di luar ruangan debat. Selain Itu, penerapan jaga jarak dalam ruangan juga kurang diperhatikan. Ringkasnya, Sebagian besar warga menilai KPU Mabar tidak menyiapkan penyelenggaraan debat ini dengan matang.

Menyikapi hal ini, Humas KPU Mabar Khris Bheda menjelaskan, penyelenggaraan Debat Publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat telah dipersipkan dengan sebaik – baiknya. Menjawab keluhan warga yang tidak bisa menyaksikan siaran langsung debat publik melalui laman Facebook milik KPU Mabar, Khris menjelaskan pihaknya pun akan menayangkan kembali hasil debat publik yang sudah direkam secara utuh dan akan ditayangkan kembali ke dalam tiap segmen sesuai debat.

“Bukan tidak punya persiapan. Semalam kita sudah ready tapi kita tidak menyangka bahwa hari ini akan terjadi seperti ini. Kita juga melakukan kontak ke pihak Telkom. Dari sisi Itu tadi ada delay juga. Ada proses jaringan yang lemot. Ada beberapa, hampir dua atau tiga kali terpotong. Solusinya, kita merekam secara utuh dan akan dipotong per segmen dan akan dipublikasikan lagi ke publik. Sehingga dalam waktu 5 hari ke depan masyarakat masih bisa mencermati kembali visi misi paslon,” jelas Khris, ditemui seusai debat

Selain itu menyikapi kondisi ruangan yang juga menjadi sorotan warga baik yang berada di lokasi debat maupun yang disampaikan di media sosial Facebook, dan WhatsApp Grup, Khris juga mengaku terkejut dengan situasi ruangan tersebut yang menurut pengalamannya pada pertemuan sebelumnya, kondisi ruangan tersebut sudah layak untuk digunakan, termasuk dengan fasilitas pendingin ruangan yang ada.

“Kita membayangkan bahwa kualitas ruangannya juga bagus, karena berdasarkan pertemuan – pertemuan sebelumnya di sini kondisinya bagus, AC lancar, tidak seperti yang kita alami hari ini. Kita juga terkejut dengan sikon hari ini,” ujar Khris.

Sementara itu, terkait tidak dijalankannya dengan baik penerapan Protokol Kesehatan di dalam ruangan tersebut, Khris mengaku pihaknya telah mengatur jalannya debat dengan memperhatikan penerapan Protokol Kesehatan dengan membatasi jumlah peserta yang masuk. Namun hal ini kemudian berubah menjadi tidak terkontrol setelah pihaknya memberikan ruang bagi publik untuk menyaksikan dengan langsung jalannya debat publik tersebut.

“Kita sudah memprediksi bahwa jumlah yang akan masuk seperti yang kita bayangkan yakni masing-masing paslon punya empat tim. KPU ada 5 dan Bawaslu dua ditambah moderator. Di awal kondisinya seperti Itu. Tapi memang kondisi itu agak berubah ketika ada ruang yang kita berikan ke publik untuk masuk. Yang kemudian menurut perspektif publik ini bisa masuk. Misalnya teman – teman yang membawa tarian sehingga ada perspektif dari yang lain untuk bisa masuk. Dan itu tadi kita sulit untuk membendung,” tutur Khris.

Khris juga mengakui terciptanya kerumunan massa di dalam ruangan atau di luar ruangan debat dikarenakan tingginya animo masyarakat untuk menyaksikan lebih dekat jalannya debat tersebut. Hal ini menurutnya juga dikarenakan terganggunya jaringan saat melakukan siaran langsung di beberapa platform media sosial yang telah disiapkan.

“Soal kerumunan tadi memang diluar kapasitas dan kemampuan kami juga sebagai penyelenggara, karena kita tadi bayangkan akan fokus sesuai yang boleh masuk tadi itu. Misalnya masing – masing paslon jumlahnya empat. Misalnya kayak teman – teman pers itu kan ID card berlaku hanya untuk 10 orang dan itu bergantian. Tapi sekali lagi mungkin bisa jadi karena debat ini satu kali, animo publik Itu besar, disisi lain problem terkait penyerbarluasan siaran yang terganggu sehingga banyak publik yang datang menonton langsung. Ini yang tidak kita antisipasi sejak awal,” jelasmya. (334)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *