Gede Wirata Sebut Pontonnya Karam Akibat Terbukanya “Mainhull”

  • Whatsapp

Ponton milik Bounty Cruises yang karam di perairan Nusa Lembongan.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Munculnya pemberitaan yang menyebutkan salah satu ponton milik Bounty Cruises yang berada di perairan Nusa Lembongan tenggelam, ditepis pemilik perusahaan Gede Wirata dengan menyatakan, jika ponton tersebut karam.

“Kalau tenggelam itu jelas tidak muncul, tak terlihat di permukaan,” ucapnya dalam percakapan melalui seluler, Jumat (27/11/2020) di Denpasar.

Dijelaskan dengan kedalaman laut sekitar 12 meter yang terhitung dangkal, ponton itu tidak mungkin tenggelam seperti apa yang diberitakan. Jadi menurut dedengkot pariwisata Bali ini, sebetulnya ponton itu akan dipindahkan ke Nusa Penida, lantaran trafic di Nusa Lembongan sangat tinggi dan berbahaya.

“Rencana pemindahan itu sendiri atas saran dari Dinas Perhubungan,” tuturnya.

Ia mengakui memang benar ponton itu tidak aktif selama enam bulan lebih akibat adanya pandemi Covid-19, lantaran itulah pihaknya tidak bisa melakukan perawatan secara rutin, namun “check and balance” tetap dilakukan untuk menjaga ponton itu tetap eksis.

“Salah satunya yaitu dengan membuka “main hull” yang ada di ponton,” ungkapnya.

Dikatakan tujuan dibukanya mainhull tersebut untuk adanya sirkulasi udara di bawah, apalagi selama delapan bulan tak digunakan. Namun akibat lupa ditutup karena tidak adanya karyawan di atas ponton, saat gelombang pasang, cuaca kurang bagus, masuk air laut ke mainhull yang sebetulnya bagian dari ruang perawatan.

“Rabu sekitar jam 10 pagi baru informasi masuk dari karyawan yang ada di Lembongan, tapi karena pandemi sekitar jam 2 baru bisa mobilisasi dari Benoa lantas tiba di lokasi jam 6 sore, tapi begitu sampai di lokasi, ponton terlihat mulai miring,” jelas Gede Wirata.

Disebutkan, belum bisa mengambil tindakan, karyawan yang di lokasi hanya bisa menunggu dan melihat posisi terakhir poton hingga Kamis (26/11/2020) jam 11 pagi.

“Jadi yang benar ponton itu bukan bocor seperti yang diberitakan, tapi akibat masuknya air laut ke mainhull tadi,” tukasnya sembari menyampaikan, kejadian karamnya ponton bukan juga bocor, artinya kalau sampai bocor ada pembiaran.

“Kalau ada pembiaran artinya saya salah dong, tapi ini kan tidak,” sambungnya lagi.
Upaya yang dilakukan pihak manajemen saat ini yaitu bagaimana nanti bisa memperbaiki dan mengembalikan ponton ke posisi semula sembari melakukan penyelamatan.

Mengakhiri percakapannya, atas nama manajemen Bounty Cruises, Gede Wirata menyampaikan terima kasih kepada aparat Kepolisian dan Kepala Desa di Nusa Lembongan yang telah memberikan perhatian atas kejadian karamnya ponton milik Bounty Cruises. (wie)

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *