Sidak Pendatang, Delapan Warga Jawa Timur Terjaring

Tim Yustisi Kecamatan Nusa Penida saat melakukan sidak terhadap pendatang yang tidak memiliki administrasi yang lengkap. (ron)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Meski pandemi Covid-19 masih melanda, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung tetap menjadi magnet bagi para pendatang untuk mengais rezeki. Semenjak dibukanya pelabuhan, mobilisasi masyarakat terus datang silih berganti ke Nusa Penida.

Mengantisipasi ancaman penyebaran virus corona dan administrasi kependudukan, Pemerintah Kecamatan Nusa Penida bersama Pemerintah Desa Batununggul menggelar inspeksi mendadak atau sidak dengan menyasar para pendatang, Selasa (17/11/2020).

Desa Batununggul notabane pusat pemerintahan dan ekonomi arus mobilisasi tinggi penertiban administrasi kependudukan khususnya bagi pendatang. Hal ini disampaikan, Kasi Trantib Kecamatan Nusa Penida, I Dewa Nyoman Sujana saat dikonfirmasi, Rabu (18/11/2020).

Dirinya menyampaikan kegiatan sidak dilakukan guna menertibkan dan memantau keberadaan masyarakat terutama bagi mereka pendatang. Sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Selain memantau masyarakat dalam situasi pandemi, Tim Sidak dibantu Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta aparat Desa Batununggul menyisir keberadaan pendatang. Alhasil, sidak tersebut membuahkan hasil dimana terciduk delapan warga asal Jember, Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan, delapan warga yang terjaring sudah memiliki surat keterangan lapor diri tetapi masa berlakunya mati. Sujana mengarahkan kepada delapan warga tersebut segara melengkapi administrasi.

“Delapan warga ini bekerja sebagai buruh bangunan. Kami mengimbau kepada mereka untuk mengurus kembali administrasinya, “ ujar Sujana.

Diketahui delapan buruh tersebut bekerja sebagai buruh bangunan di wilayah Banjar Mentigi, Desa Batununggul. Sedangkan tempat tinggal sementara atau ngekosnya di wilayah Banjar Sampalan. Sujana meminta kepada pemilik proyek yang lainnya agar selalu melaporkan pekerja ke kantor desa setempat.

Sementara Camat Nusa Penida, I Komang Widyasa Putra menyampaikan memasuki new normal mobilisasi warga dibuka ketika pelabuhan melakukan aktivitas penyeberangan. Situasi dibuka pelabuhan tidak membendung kehadiran masyarakat khususnya warga pendatang.

“Administrasi yang lengkap, tujuan yang jelas, bekerja dimana, itu yang diharapkan, “ ujarnya Widyasa.

Ia juga mengajak warga ikut berpartisipasi mengawasi warga pendatang jika menemukan segara melaporkan ke kantor desa setempat.

“Kita tetap memberikan pengawasan yang ketat jika warga tersebut khususnya pendatang tidak melengkapi indentitas dan tujuan yang jelas kita kembalikan ke daerah asalnya, “ tegas Widyasa seraya mengingatkan agar selalu mentaati prokes. (855)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.