Ciptakan Sarjana Tangguh Serta Berpotensi, Fikom Undwi Gelar Workshop Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

  • Whatsapp

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Dwijendra University, Drs I Wayan Kotaniartha, SH., MH., M.Ikom.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR| patrolipost.com –Inovasi dan kreativitas merupakan kata kunci penting dalam menghadapi kebutuhan zaman. Karena itu kampus harus melahirkan sarjana yang tangguh dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa. Dalam konteks inilah pengembangan kurikulum kerjasama Merdeka Belajar berperan untuk pengembangan skill mahasiswa secara komprehensif. Hal itu diungkapkan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Dwijendra University, Drs I Wayan Kotaniartha, SH., MH., M.Ikom., di sela-sela workshop pengembangan kurikulum kerjasama Merdeka Belajar di aula Udhyana Shanti Yayasan Dwijendra Denpasar, Selasa (3/11/2020).

Kotaniartha, menjelaskan target yang ingin dicapai sebagai luaran workshop adalah (1) tersusunnya panduan untuk merancang kurikulum kerjasama Merdeka Belajar. (2) menghasilkan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (3) tersusunnya standar operasional prosedur (4) menghasilkan rencana pembelajaran semester (5) memiliki dokumen kerjasama dengan mitra.

“Workshop kali ini sebagai tindak lanjut lolosnya proposal program hibah implementasi kurikulum merdeka belajar Prodi Ilmu Komunikasi Dwijendra University di Direktorat Pendidikan Tinggi,” ujarnya.

Sementara itu Dr Gusti Ayu Alit Suryawati S.Sos, M.Si ( Kaprodi Ilkom Fisip Unud) yang hadir dalam kesempatan kali ini menjelaskan, Merdeka Belajar merupakan kebijakan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus merdeka memberikan kesempatan bagi masiswa untuk memilih mata kuliah yang akan diambil. Pada intinya kampus merdeka berorientasi mengenalkan dunia kerja sehingga mahasiswa setelah lulus akan lebih siap.

Ia juga berharap, mahasiswa dapat melakukan kegiatan dua semester di luar kampus sendiri. Kegiatan di luar kampus mahasiswa melakukan berbagai macam hal seperti : magang praktik industri, proyek desa. Pertukaran mahasiswa, membantu penelitian dosen, wirausaha, proyek independen, proyek kemanusiaan dan mengajar di sekolah dan lainnya. kegiatan belajar di luar kelas akan mendorong mahasiswa lebih mandiri.

Sedangkan narasumber lainnya Dr Dewa Ayu Hendrawathy Putri S.Sos, M.Si (Sekretaris Program Magister Ilkom Hindu Universitas Hindu Negeri Gusti Bagus Sugriwa Denpasar) menyatakan, dalam merumuskan kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka agar diawali dengan memformulasikan panduan untuk perancangan kurikulum agar jelas arahnya. Secara spesifik dijelaskan bahwa tahapan formulasi diawali dengan merumuskan capaian pembelajaran, pembentukan matakuliah dan menentukan model kuliah merdeka belajar.

Selaku Ketua panitia workshop Dra Anak Agung Rai Tirtawati , M.Si., menyampaikan, workshop ini diikuti oleh kalangan dosen, alumni, pengguna lulusan, perusahaan media, dan para pimpinan pengurus badan eksekutif mahasiswa. Workshop ini sangat strategis dilakukan guna memantapkan persiapan penyelenggaraan merdeka belajar di perguruan tinggi.

“Work shop berlangsung satu hari, kemudian hari- hari berikutnya menjadi tugas tim prodi untuk memformulasikan kurikulum berdasarkan masukan yang berkembang dalam workshop,” pungkasnya. (BEM/Fikom/wie)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *