Ngurah Ambara, Aplikasi Zello Wadah Pelestarian Seni Budaya yang Tak Boleh Terhenti

  • Whatsapp

Ngurah Gede Ambara usai menyerahkan hadiah Lomba Karaoke Dirgahayu Ambara Swari Tingkat Provinsi Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar melalui Aplikasi Zello.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Pendiri Dirgahayu Ambara Swari Gede Ngurah Ambara Putra menuturkan walau dilanda pandemi Covid-19, pelestarian seni adat budaya tidak boleh berhenti. Hal itu disampaikan Ngurah Ambara saat penyerahan hadiah yang dirangkai dengan Final Lomba Karaoke Dirgahayu Ambara Swari Tingkat Provinsi Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar melalui Aplikasi Zello dalam Rangka HUT Dirgahayu Ambara Swari ke-9 memasuki puncaknya Minggu (11/10/2020).

Musim pandemi Covid-19 sekarang ini, lomba tidak akan mungkin diselenggarakan secara langsung sehingga Dirgahayu Ambara Swari, melaksanakannya dengan menggunakan aplikasi berbasis aplikasi “Zello”.

“Untuk memberikan wadah dalam pelestarian adat dan budaya tersebut, maka diselenggarakan Parade Budaya Sekar Alit dan Sekar Agung lewat aplikasi Zello,” ungkap Ambara yang juga merupakan Calon Walikota Denpasar yang berpasangan dengan Calon Wakil Walikota Denpasar Made Bagus Kerta Negara (Paket Amerta) ini.

Parade Budaya Sekar Alit dan Sekar Agung lewat aplikasi Zello ini pun menjadi cara kreatif Ambara melestarikan seni budaya di tengah keterbatasan ruang gerak dan menggelar acara melibatkan banyak orang di tengah pandemi Covid-19.

Ini juga menjadi cara kreatif dan kekinian serta lebih mengasyikkan dari Ambara untuk menggandeng generasi muda lebih mencintai seni budaya sendiri seperti pesantian Sekar Alit dan Sekar Agung.

“Pandemi ini juga mengajarkan kita bagaimana responsif dan adaptif dengan perubahan, tetap kreatif berkarya termasuk dalam hal pelestarian budaya di kalangan generasi muda,” kata Ambara.

Pria yang juga pengusaha money changer ini menuturkan, ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dari parade budaya ini. Pertama memotivasi pembentukan sikap terhadap adat dan seni budaya. Kedua, untuk mempertahankan adat dan budaya Bali khususnya seni tatembangan.

“Ketiga, kami ingin mengembangkan semangat dalam pengembangan kesenian tradisional Bali,” kata Ambara yang mendirikan Dirgahayu Ambara Swari tepatnya 9 tahun lalu.

Selain itu acara lomba dan parade budaya yang digelar rutin tiap tahun ini juga sebagai upaya menambah kekreatifan pecinta adat dan seni budaya dalam melaksanakan suatu pergelaran yang menarik.

“Termasuk sebagai benteng arus globalisasi budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keluhuran budaya,” kata Ambara.

Acara parade budaya dimulai Rabu 30 September 2020 digelar secara daring/online berbasis aplikasi Zello pada Channel “Dirgahayu Ambara Swari 5.” Acara pembukaan dijuga disiarkan melalui live daring/online di Zoom.

Sementara lomba Sekar Alit dan Sekar Agung digelar Jumat 2 Oktober 2020 di “Channel “Dirgahayu Ambara Swari 5” pada aplikasi Zello.

Acara parade budaya yang digelar serangkaian HUT ke-9 Dirgahayu Ambara Swari dan HUT ke-75 RI ini juga melibatkan Widyasabha Kota Denpasar, Widyasabha masing-masing kecamatan se-Kota Denpasar, para pembina dari masing-masing Widyasabha kecamatan se-Kota Denpasar dan pecinta seni budaya khususnya Sekar Alit dan Sekar Agung. (wie)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *