Hanya Dua Kelompok yang Belum Fungsikan Mesin Pompa

  • Whatsapp
Penyuluh Pertanian Madya, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Dewa Sugiarta.

BANGLI | patrolipost.com – Dari sembilan kelompok tani di Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Bangli yang menerima bantuan mesin pompa, hanya dua kelompok yang belum memanfaatkan bantuan yang telah diterima tahun 2018 tersebut.

Penyuluh Pertanian Madya, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli Dewa Sugiarta mengatakan, mesin pompa air tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian lewat Dirjen Sarana  dan Prsarana Pertanian.

Bacaan Lainnya

”Bantuan itu telah turun dan diterima oleh kelompok tani akhir tahun 2018 lalu,” ujarnya, Selasa (6/10/2020).

Lanjut Dewa Sugiarta, untuk dapat mengakses bantuan, kelompok tani mengajukan proposal. Selanjutnya proposal yang masuk diverfikasi, baik itu secara teknis dan organisasi. Dalam verfikasi tim turun ke lapangan, secara teknis melihat apakah di daerah tersebut ada sumber mata airnya.

“Begitu pula untuk verifikasi organisasi untuk mengetahui keberadaan dari kelompok,” jelasnya.

Setelah dilakukan verfikasi dan kelompok tani dianggap layak menerima bantuan, pihaknya kemudian mengusulkan ke pusat. Setelah bantuan turun dibuatkan SK penetapan yang membenarkan kelompok memang membutuhkan mesin pompa air. Untuk Desa Subaya sebanyak 9 kelompok tani menerima bantuan dalam bentuk mesin pompa.

Lantas disinggung kenapa sampai saat ini ada kelompok yang belum memanfaatkan mesin tersebut, padahal sudah diterima hampir dua tahun, kata Dewa Sugiarta, dari laporan petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari 9 kelompok tani yang menerima bantuan, dua kelompok belum memfungsikan alat tersebut. Adapun alasan dari dua kelompok tani tersebut yakni masih mengalami kendala terkait biaya pipanisasi.

”Untuk pipanisasi menjadi tanggung jawab kelompok, sementara jika melihat lokasi sumber mata air yang berada jauh di bawah dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membuat jaringan pipa. Namun demikian kelompok akan segera memasang jaringan pipa secara swadaya,” ungkap Dewa Sugiarta.

Selain itu dengan melihat kondisi medan yang berat, untuk dapat mengangkat air dibutuhkan alat  tambahan yakni Sanchin. “Selain perpipaan kelompok tani juga harus memilki alat Sanchin untuk dapat mengangkat air,” ungkapnya. (750)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *