Komisi IV DPRD Buleleng Dorong Pengadaan Mesin Apheresis

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari.

SINGARAJA | patrolipost.com – Komisi IV DPRD Buleleng mendorong Pemkab Buleleng untuk pengadaan mesin apheresis (pemisah plasma dengan komponen darah lainnya). Hal itu untuk membantu penyediaan plasma konvalesen bagi pasien positif Covid-19 dengan gejala berat dan kritis.

Untuk diketahui, selama ini PMI Buleleng belum memiliki mesin apheresis sehingga untuk sementara darah yang sudah didonorkan oleh para penyintas Covid-19 di Buleleng harus dikirim ke PMI Provinsi Bali untuk dilakukan pemisahan antara plasma dengan komponen darah lainnya.

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra membenarkan Buleleng belum memiliki mesin apheresis.

“PMI Buleleng belum punya mesin apheresis. Sehingga, darah yang didonorkan oleh para penyintas harus dikirim ke PMI Bali untuk dipisahkan antara plasma dengan komponen darah lainnya,” kata Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra.

Atas kondisi itu, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari menyatakan, pihaknya mendorong agar pemerintah melakukan pengadaan mesin tersebut. Dan itu, akan memudahkan penanganan Covid-19 di Buleleng.

“Kalau mesin itu diperlukan, segera dikomunikasikan dengan anggota Dewan lainnya. Bila perlu kami akan rapat dengan Badan Anggaran,” tegas politisi Partai Demokrat ini.

Selain itu, Rani meminta agar para penyintas lainnya bersedia mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. Tentu dengan jaminan kerahasiaan identitas pendonor.

“Pendonor plasma konvalesen ini kan orang yang sempat terinfeksi Covid-19, kami siap menjamin merahasiakan identitasnya. Jika bersedia mendonor, kami pun siap membantu mengkoordinasikan dengan PMI Buleleng,” imbuh Rani.

Sementara itu, di masa pandemi ini, Rani meminta masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan terutama penggunaan masker, jaga jarak serta rajin cuci tangan.

“Mari terapkan Prokes untuk keselamatan diri dan keluarga,” tandas dia. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *