Menunjang Wisata Premium, Kualitas Industri Seni Kreatif Lokal di Labuan Bajo Ditingkatkan

  • Whatsapp
Kegiatan pelatihan pembuatan seragam tari dan properti sanggar seni oleh BOPLBF.

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Upaya Pemerintah dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata kelas Premium terus diwujudkan melalui berbagai aspek. Selain dibangunnya sarana dan prasarana penunjang yang diwujudkan dalam pembangunan kawasan Strategis Pariwisata Nasional oleh Kementerian PUPR, pemerintah juga tak lupa membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Labuan Bajo dan Manggarai Barat pada umumnya dengan meningatkan pengetahuan dan keterampilan di berbagai sektor.

Pemerintah melalui Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) terus berakselerasi dengan mengadakan berbagai kegiatan, khususnya kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM, khususnya para pelaku pariwisata yanga ada di Labuan Bajo.

Bacaan Lainnya

Setelah sebelumnya mengadakan kegiatan peningkatan kualitas SDM pada sektor Usaha Kecil Mikro (UKM) melalui pelatihan keterampilan, seperti pelatihan butcher, kegiatan pengolahan makanan cepat saji, pengembangan Destinasi Wisata Kopi Flores, kali in BOPLBF menggelar pelatihan pembuatan seragam tari dan properti sanggar seni dengan melibatkan 9 sanggar yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Ke-9 sanggar itu yakni Sanggar I Production (Labuan Bajo), Sanggar Molas Naga Komodo (Labuan Bajo), Sanggar Wela Rana (Melo), Sanggar Mutiara Rekas (SMP Rekas), Sanggar Pokdarwis (Pulau Komodo), Sanggar Wae Mose (SD Wae Mata Labuan Bajo), Sanggar Wela Linu, Sanggar Legori (Labuan Bajo), dan Sanggar Lami Rahit (SDN 2 Labuan Bajo).

Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina menjelaskan, kehadiran sanggar seni dinilai menjadi sektor yang sangat penting digunakan sebagai daya tarik wisata di Labuan Bajo. Melalui aktifitasnya, sanggar seni menjadi salah satu bentuk narasi budaya melalui musik, gerak dan tutur.

“Sanggar itu punya kemasan narasi yang unik dan menarik. Daya pikatnya ada pada dinamika musik, gerak dan tari. Nah, ini yang kemudian menjadi salah satu kekuatan budaya lokal di masing-masing daerah. Nafasnya harus dijaga dan perlu terus dikembangkan dengan ide-ide yang selalu baru,” kata Shana.

Harapannya, melalui pelatihan yang diselenggarakan BOPLBF ini sanggar-sanggar tari diharapkan dapat makin memperluas gagasannya dengan kreativitas melalui berbagai properti sanggar yang menjadi pelengkap ide cerita yang akan disendratarikan.

“Ini salah satu cara menjaga dan merawat kebudayaan kita. Teman-teman sanggar kita latih membuat kreasi seragam dan Balibelo (mahkota yang dikenakan wanita Manggarai saat berbusana adat) serta properti lainnya. Semua unsur budaya dari segi warna, motif, maupun simbol budaya ada di situ. Kita perkuat teman-teman pegiat seni tari, biar mereka makin semangat berkarya dan berinovasi melalui seni tari,” ujar Shana.

Dalam pelatihan ini para peserta pelatihan mendapatkan bahan-bahan berupa kain dan juga bahan mentah properti yang diberikan oleh BOPLBF. Bahan-bahan ini nantinya akan dibuat seragam tari dan properti seperti Mbero dan Balibelo.

Pada program Pelatihan Pembuatan Seragam Tari dan Properti, BOPLBF juga menghadirkan beberapa narasumber seperti Konradus Jeladu, Andi Tenrilebbi, dan Maria Rita. Hasil dari pelatihan pembuatan seragam tari dan properti ini nantinya akan disumbangkan untuk sanggar seni peserta pelatihan masing-masing sebagai bentuk apresiasi dari BOPLBF atas hasil jerih payah peserta yang telah mengikuti kegiatan pelatihan ini. (334)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *