Sahabat Jerinx Gelar Aksi Drama Keadilan Rakyat

Aksi demo Sahabat Jerinx di depan kantor Kejari Denpasar, Kamis (10/9).

DENPASAR | patrolipost.com – Kasus yang menjerat musisi Bali, Gede Ari Astina alias Jerinx yang merupakan persinil Grub Band Punk Rock ‘Superman Is Dead’ telah menjadi perhatian publik tanah air bahkan sampai ramai dibicarakan di negeri kangguru australia.
Hampir setiap hari massa yang tergabung “Sahabat Jerinx” terus berdatangan dari berbagai daerah hingga luar Bali. Mereka datang tidak lain untuk menunjukkan rasa simpati dan persaudaraan mendukung penggebuk drum SID bisa dikabulkan permohonannya di persidangan pengadilan Negeri Denpasar.
Kali ini ratusan massa yang mengatasnamakan ‘sahabat Jerinx’ turun ke jalan saat Jerinx mengawali sidang perdananya secara telekonferens.
Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang digelar pukul 10.15 Wita, Kamis (10/9) itu, PN Denpasar tetap melangsungkan secara telekonferens kendati pihak Jerix SID bersama tima kuasa hukumnyta memilih untuk wallk out.
Pasukan dari Polresta Denpasar san Polsek Kota Denpasar, yang sejak awal mengantisipasi kedatangan massa berusaha menahan massa terhenti hingga sampai depan kantor Kejaksaan Negeri Denpasar. Sambil membentangkan sepanduk, mereka melakukan orasi yang menuntut agar Jerinx SID diberikan haknya untuk penangguhan penahanan. Tidak hanya itu, apda aksinya kali ini Sahabat Jerinx menggelar sebuah drama tentang keadilan di negeri ini.
Dipimpin Nyoman Mardika selaku koordinator aksi solidaritas itu, hanya meminta untuk bertemu Ketua PN Denpasar, Dr H. Sobandi SH. MH. Hal hasil permintaan itu dikabulkan. Usai pertemuan itu, Mardika kepada wartawan mengatakan, bahwa  pertemuannya dengan Ketua PN untuk menanyakan prosudur persidangan yang mengharuskan Jerinx disidangkan secara virtual.
“Pak Sobandi  bilang sidang dilaksanakan secara virtual karena mengacu undang undang protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dan adanya Asesmen dari Makamah Agung. Intinya apa pun dalilnya, kita tetap menolak dan sahabat Jerinx harus disidangkan dengan cara tatap muka langsung tidak dengan sistem daring atau telekonferens,” pungkas Mardika.(jro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.