BI Sebut ‘Angge Produk Krama Bali’ Upaya Tekan Laju Inflasi

  • Whatsapp

High Level Meeting yang dihadiri stakeholder terkait di Kantor KPw BI Bali.

 

Bacaan Lainnya

DENPASAR | patrolipost.com – Bisa dikatakan sepanjang tahun 2020 akan menjadi masa kelam dunia, dimana hampir semua negara mengalami pertumbuhan negatif perekonomiannya. Dampak Covid-19 ternyata cukup dalam bagi perekonomian dunia, nasional ataupun regional, tak terkecuali Bali yang perekonomian ditopang sektor pariwisata.

“Sejarah mencatat pertama kali Bali mengalami kontraksi yang cukup dalam,” sebut Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho disela ‘High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bali’ di Kantor KPw BI Bali, Denpasar, Kamis (10/9/2020), seraya mengatakan, kontraksi di awali pada Triwulan pertama, -1,14 persen dan Triwulan kedua, -10,98 persen.

Mengatasi kondisi yang ada dalam jangka pendek yang perlu dilakukan secara bersama menurut Trisno, yaitu dengan menggalakkan penggunaan produk lokal ‘angge produk krama Bali’ melalui pasar rakyat juga mendorong kerjasama antar daerah (KAD).

“Meskipun ini salah satu cara pengendalian inflasi, paling tidak serapannya bisa langsung ke masyarakat,” sebutnya.

Ia menepis anggapan jika Bali dikatakan krisis, dijelaskan Trisno, perekonomian tumbuh negatif, itu harus diakui, buktinya aktivitas masyarakat masih berjalan sebagaimana mestinya, namun ada sektor yang stagnan, yaitu pariwisata. Kalau pemerintahan, pertanian, perdagangan dan jasa masih tetap berjalan.

“Daya beli masyarakat memang turun, tapi aktivitas masih normal,” tukasnya.

Turunnya daya beli masyarakat bisa jadi penyebab terjadinya deflasi di Bali, bukan lantaran hal lain, dan hal ini terjadi hampir di seluruh daerah.

“Makanya kita galakkan penggunaan produk lokal sebagai cermin keberpihakan masyarakat terhadap produk mereka sendiri, disamping juga pembatasan produk-produk tertentu dari luar Bali yang di Bali bisa didapatkan,” tuturnya.

Wakil Gubernur Bali , Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang hadir dalam HLM mewakili Gubernur Bali, I Wayan Koster menyampaikan, mengontrol inflasi dan kebutuhan masyarakat bukanlah hal yang mudah.

Namun demikian melalui HLM wujud dari semangat dan kuatnya komitmen bersama dalam upaya menjaga kestabilan harga dalam rangka pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.

Meski di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Pada Agustus 2020, inflasi Bali tercatat sebesar 0,49%, berada di bawah koridor yang ditetapkan pemerintah pada range 3,0% ± 1%.

“Terimakasih kami sampaikan kepada anggota TPID se-Provinsi Bali yang telah berupaya dan bekerja keras menjaga stabilitas harga di wilayah masing-masing,” kata Cok Ace.

Kedepan, komitmen dan upaya anggota TPID di Bali ini perlu terus kita tingkatkan, mengingat tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin berat. Risiko datang dari ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar Bali, penggunaan teknologi pertanian yang masih tergantung dengan cuaca, Kecepatan peningkatan kapasitas produksi komoditas pangan saat ini dipandang masih belum mampu mengiringi kecepatan peningkatan kebutuhan, terlebih menjelang Hari Besar Keagamaan. Khususnya di wilayah Bali sehingga mendorong urgensi akan kebutuhan strategi pengendalian inflasi, yang mencakup aspek dari hulu ke hilir di tengah masih berlanjutnya pandemi COVID-19 yang turut member andil pada tekanan inflasi saat ini.

Dengan adanya tantangan-tantangan tersebut, HLM TPID se-Provinsi Bali yang dilaksanakan bersama ini memegang peranan yang sangat penting.

“Kami memandang bahwa TPID yang telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Bali merupakan sebuah kekuatan. Langkah-langkah strategis untuk peningkatan aspek produksi dan peningkatan kualitas distribusi dapat terus didukung dan diupayakan secara nyata,” ujarnya.

Oleh karena itu, melalaui kegiatan HLM secara bersama-sama berupaya menjaga stabilitas harga di wilayah Bali dirasa tepat dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.

“Semoga melalui rapat ini dapat menumbuhkan semangat untuk dapat menghasilkan rumusan strategi yang dapat bermanfaat bagi perekonomian Bali,” pungkasnya. (Red)

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *