Kasus Pembunuhan Putu Sekar Masih Misterius

  • Whatsapp
Anggota Direskrimum Polda Bali, memback up Unit Reskrim Polsek Kubutambahan dan Reskrim Polres Buleleng untuk mengungkap kasus tewasnya Putu Sekar. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, hingga kini, masih misterius dan belum menemui titik terang. Polisi kesulitan mengendus jejak pelaku. Hal itu terbukti semua indikasi yang ditemukan di lapangan belum menemukan petunjuk yang signifikan.

Untuk mengungkap kasus yang menghilangkan nyawa Putu Sekar, warga Dusun Dauh Pura, Desa Depeha, Kubutambahan, Polsek Kubutambahan mendatangkan penyidik Polda Bali untuk memback up penyelidikan bersama Reskrim Polres Buleleng.

Sebelumnya sudah 11 saksi termasuk 4 saksi tambahan dari keluarga yang diperiksa atas tewasnya perempuan berusia 51 tahun yang bersimbah darah di toko miliknya tiga pekan lalu, tepatnya, Senin (13/7/2020).

Proses otopsi juga sudah dilakukan namun belum ada petunjuk yang mengarah kepada pelaku. Anggota Direskrimum Polda Bali tiba di TKP di Desa Depeha, Kamis (6/8/2020) untuk membantu proses penyelidikan.
“Kami diback up Direskrimum Polda Bali untuk mengungkap kasus tewasnya Putu Sekar warga Dusun Dauh Pura, Desa Depeha, Kubutambahan,” kata Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiadi saat dikonfirmasi Kamis (6/8/2020).

Ditambahkan, anggota Direskrimum Polda Bali, Unit Reskrim Polsek Kubutambahan bersama Reskrim Polres Buleleng sudah turun ke TKP Untuk mendapat gambaran kondisi dan situasi di lokasi kejadian.

“Kita barus sebatas melihat lokasi saja dulu,” imbuhnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto, mengatakan, bantuan penanganan kasus dari Direskrimum Polda Bali memang untuk mengungkap kasus tewasnya Putu Sekar terkait dugaan perampokan.

Pihaknya dibantu untuk melakukan singkronisasi data hasil olah TKP yang dilakukan sebelumnya termasuk otopsi, situasi usai peristiwa dan keterangan para saksi.

“Ada olah TKP ulang. Kami diback up soal kasus itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Putu Sekar (51) warga Desa Depeha, ditemukan tewas dengan kondisi kepala bersimbah darah,Senin (13/7) sekitar pukul 16.00 wita. Korban ditemukan pertama kali oleh Desak Made Liarni, kakaknya, saat datang ke toko milik korban untuk membeli dedak. Korban mengalami sejumlah luka-luka menganga di kepala belakang,luka bagian pelipis kiri dan pelipis kanan dan luka dibagian dahi. Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga hilang, diantaranya tas dan dompet, serta kalung emas yang biasa dikenakan oleh korban.(625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *