Dor!.. Gusti Putu Tersungkur, Polisi: Baru Bebas Asimilasi Bobol Villa

  • Whatsapp
I Gusti Putu Subawa (48), pelaku pencurian barang milik warga Serbia di villa Geko, Banjar Tiying Tutul, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, diamankan bersama barang bukti. (ist)

MANGUPURA | patrolipost.com – Baru tiga bulan menghirup udara bebas dari Lapas Tabanan karena asimilasi, I Gusti Putu Subawa (48), kembali melakukan pencurian barang milik warga Serbia, Katarina Radovic (39), di villa Geko, Banjar Tiying Tutul, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, Senin (27/7/2020). Akibatnya, ia ditembak polisi karena berusaha kabur saat ditangkap. Dor!.. Pelaku pun tersungkur.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Dody Rahmawan mengatakan, tersangka asal Banjar Dinas Dukuh Belong, Desa Baturiti, Kerambitan, Tabanan itu  beraksi saat korban sedang keluar pada pukul 11.30 Wita dan kembali pukul 18.30 Wita. Kondisi kamarnya dalam keadaan berantakan.

“Malamnya, korban sampai vila kaget melihat kondisi kamarnya acak-acakan dan sebuah macbook yang disimpan dalam laci hilang. Akibatnya, korban menderita kerugian senilai Rp12 juta,” ungkapnya.

Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Mengwi dengan nomor laporan polisi; LP-B/  26 / VII/ 2020/BaliI / RES BDG/SEK.MengwiI, Tgl  27 Juli 2020. Setelah menerima laporan dari korban, Tim Opsnal Reskrim Polsek Mengwi melakukan penyelidikan dan tersangkanya mengerucut kepada  I Gusti Putu Subawa yang merupakan seorang residivis. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil meringkusnya di wilayah Tumbak Bayuh, Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa (28/7) pagi.

“Saat mau ditangkap, dia berusaha kabur sehingga dilakukan tindakan tegas terukur. Dor! (tembak – red) kaki kirinya untuk melumpuhkan,” terangnya.

Tersangka yang diinterogasi mengaku tidak hanya menyasar villa Geko. Sebelumnya, ia juga mencuri di villa Rumah Hijau di Banjar Tiying Tutul, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi. Selain meringkus tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti macbook, sebuah tang dan satu unit sepeda motor bernomor polisi DK 7674 GR yang dipakai untuk beraksi.

“Pengakuannya masih kita dalami dan kembangkan lebih lanjut,” ujarnya. (007)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *