Tingkatkan Efisiensi Keuangan Negara, Rai Wirajaya Sebut 50 Lembaga Perlu Dibubarkan

  • Whatsapp

Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Disela kegiatan penyerahan 2.400 paket sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 bersama KPw BI Bali, di Gedung Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali, Jl. Kapten Tantular Nomor 11, Niti Mandala Renon, Denpasar, Selasa (21/7/2020), Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya menyikapi pembubaran 18 lembaga atau komisi penanggulangan Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo, kemudian dibentuk lagi yang baru belakangan ini, selaku Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan, Rai Wirajaya menilai, pembubaran lembaga tersebut bertujuan agar terjadi efisiensi terhadap keuangan negara.

Menurut pandangannya, pembubaran lembaga tersebut sebetulnya bukan hanya 18 lembaga, bahkan bisa mencapai 50 lembaga atau komisi hal ini disebabkan lembaga-lembaga tersebut hanya sebagai pelengkap.

“Jadi dibubarkannya komisi atau lembaga tersebut untuk digabungkan kemana induknya,” tukasnya.

Ia juga menilai, meskipun lembaga tersebut telah memiliki induknya serta satuan yang menanganinya, namun masih juga membentuk lembaga/komisi lainnya. Hal inilah yang salah satunya membebani keuangan negara.

“Namun kalau ingin membubarkan lembaga yang dianggap tidak lagi efisien, perlu dilakukan secara perlahan dan bertahap, lantaran banyak diantara mereka sifatnya tenaga kontrak,” katanya mengingatkan.

Sedangkan berapa nilai efisiensi dari dihapusnya lembaga-lembaga yang dibubarkan tersebut, Rai Wirajaya belum melihatnya, lantaran hal itu terbagi dari komisi satu hingga sebelas.

“Lembaga-lembaga inikan sifatnya hanya administratif, pelengkap saja, tapi ada anggaran pemerintah disana, ini yang dimaksud Presiden Jokowi untuk dibubarkan,” tandasnya.

Dari sisi lain, terkait masih adanya pandemi Covid-19 di Bali khususnya, Rai Wirajaya mengingatkan siapapun juga jangan sampai jumawa ketika menerima pujian, akibatnya dari pengamatannya pasien Covid-19 lantas otomatis meningkat.

“Jangan berbangga diri dengan berbagai pujian yang justru meningkatkan jumlah pasien Covid-19,” katanya mewanti-wanti, seraya menambahkan, yang perlu dilakukan yaitu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, jaga diri dan tingkatkan imune tubuh. (473)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *