KM Dharma Rucitra ‘Miring’ Saat Sandar, 66 Penumpang Selamat

  • Whatsapp
Basarnas Bali Evakuasi penumpang KM Dharma Rucitra di Pelabuhan Padangbai Karangasem.

AMLAPURA | patrolipost.com – Musibah menimpa KM Dharma Rucitra III saat sandar di area Pelabuhan Padangbai Karangasem, Jumat (12/6/2020). Diduga lambung bocor dan kemasukan air, badan kapal mengalami kemiringan sehingga tenggelam 50 persen.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sebanyak 66 penumpang kapal dengan bobot 1.444 gross ton itu berhasil dievakuasi. Pun puluhan kendaraan yang diakut dari Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada mengatakan, bahwa KM Dharma Rucitra III mengangkut 66 orang, terdiri dari 43 orang penumpang, 5 orang pedagang di kapal dan 18 ABK.

“Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung melakukan pengecekan kesehatan oleh pihak KP3 Pelabuhan Padangbai,” kata Darmada saat dihubungi Sabtu (13/6/2020).

Berdasarkan laporan kronologis yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), dugaan sementara kapal naas tersebut bocor kurang lebih pada pukul 21.20 Wita. Kapal dengan bobot 1.444 gross ton itu berangkat dari Pelabuhan Lembar, Lombok sekitar pukul 17.30 Wita.

Saat melakukan manuver untuk sandar kapal tersebut mengalami kemiringan, kemudian air laut mulai masuk ke lambung kapal dan ketika hampir berhasil sandar kapal mengalami kegagalan mesin. Hal itu menyebabkan lambung kapal menyentuh dasar dermaga dan miring ke sebelah kanan.

Pelapor atas nama Darma, anggota Sat Polair Padang Bai menyebutkan, ada beberapa kendaraan yang terjebak di dalam kapal diantaranya 10 unit truk besar, 3 unit truk sedang, 3 unit kendaraan kecil, 8 unit tronton dan 5 unit roda dua.

Gede Darmada bersama Kepala Seksi operasi Basarnas Bali mendatangi langsung tempat kejadian dan memastikan seluruh penumpang telah terevakuasi dan melihat kondisi kapal yang saat itu sudah 50 persen tenggelam.

“Penyebab kapal alami kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang,” tutup Darmada. (cr02)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *