Bertamu ke Desa Selisihan, Ngurah Wiguna Digigit Anjing Rabies

Petugas kesehatan hewan mengeleminasi anjing yang menggigit warga asal Desa Selat di Desa Selisihan.

SEMARAPURA | patrolipost.com – Nasib sial dialami Gusti Ngurah Wiguna (26), salah seorang warga Desa Selat, Klungkung. Saat bertamu ke rumah iparnya di Desa Selisihan, digigit anjing yang mendadak beringas.

Akibat serangan anjing itu, Ngurah Wiguna menderita di jari tangannya dan segera meminta suntik Vaksin Anti Rabies (VAR) ke Puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan, anjing tersebut positif rabies sehingga Petugas Bidang Keswan (Kesehatan Hewan) melakukan eliminasi terhadap anjing tersebut, sekaligus melakukan penelusuran interaksi dan asal-usul anjing rabies tersebut.

Bacaan Lainnya

Kadis Pertanian Ida Bagus Juanida membenarkan adanya laporan warga yang digigit anjing positif rabies. Warga yang diketahui bernama Gusti Ngurah Wiguna (26), alamat Desa Selat ini sesuai laporan diterima digigit anjing positif rabies di rumah iparnya di  Desa Selisihan, Senin (8/6/2020).

“Setelah menerima laporan, Saya sudah tugaskan Bidang Kesehatan Hewan untuk segera menangani kasus tersebut,” ujar IB Juanida.

Laporan bahwa korban digigit anjing disampaikan pemilik yakni Ni Kadek Meldi (22) kepada petugas Puskeswan Kecamatan Klungkung  bahwa iparnya Gusti Ngurah W digigit anjingnya yang mendadak beringas.

“Hasilnya sudah saya terima, dan anjing yang menggigit warga di Desa Selisihan itu memamg positif rabies,” ungkap Ida Bagus Juanida.

Terpisah Perbekel Desa Selisihan I Nengah Sucitra menjelaskan, kejadian warga digigit anjing rabies tersebut terjadi, Senin (8/6/2020). Anjing itu merupakan  peliharaan warga setempat yang biasa dipanggil Meldi.

“Kebetulan saat itu, ada kerabat Meldi (Ngurah W) asal Desa Selat datang ke Selisihan. Dilihatnya anjing ini berkelahi, lalu dia berusaha melerai, tapi malah balik menyerangnya,” ungkap Nengah Sucitra, saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020).

Ditambahkannya, anjing itu balik menyerang Gusti Ngurah W dan menggigit jari tangannya. Karena khawatir dengan rabies, Gusti Ngurah W lalu segera ke puskesmas untuk meminta suntik vaksin anti rabies (VAR).

Setelah ada laporan dari pihak Puskesmas dan perintah Kadis Pertanian akhirnya, Kabid Bidang Keswan Dinas Pertanian Klungkung  AA Arnawa langsung turun ke Desa Selisihan melakukan eliminasi terhadap anjing tersebut. Petugas kemudian mengambil  sampel dari otak anjing itu, lalu dibawa ke Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar. (855)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.