Banjir Rob Hantam Ribuan Rumah, Warga: Kami Sangat Menderita

  • Whatsapp
Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin
Sejumlah warga Eretan Wetan, Bayuwangi yang rumahnya sudah terendam air memilih mengungsi ke sejumlah masjid yang masih selamat dari hantaman banjir rob. (ist)

INDRAMAYU | patrolipost.com – Ribuan rumah di desa Eretan Wetan, Indramayu, Jawa Barat kembali dihantam bajir rob. Ketinggian air yang masuk ke rumah-rumah penduk rata-rata sudah setinggi betis orang dewasa. Sebagian penduduk pun sudah memilih mengungsi ke sejumlah masjid yang masih belum teredendam.

Dituturkan oleh Refi Rizky salah satu warga dari blok Prempu, Eretan Wetan, pergerakan air rob datang sejak sore hari. Tak berapa lama kemudian menjelang magrib, arus air sudah mulai bergerak ke merendam ribuan rumah hingga malam hari.

“Dari sore sudah terlihat pergerakan air rob, dan magrib banjir sudah menggenangi sebagian besar wilayah desa Eretan,” ujar Refi, Rabu (3/6/2020) malam.

Refi juga menuturkan, kondisi banjir rob malam ini lebih tinggi dari biasanya, semenjak kejadi banjir yang mulai terjadi sejak beberapa hari sebelumnya, tepatnya dua hari menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H.

“Setiap hari warga Eretan dilumpuhkan dengan datangnya banjir rob yang bisa sehari dua kali menggenangi rumah-rumah-rumah,” paparnya.

Lebih lanjut, Refi juga berharap segera ada tindakan nyata dari pemerintah terkait bencana alam banjir rob yang sudah berhari-hari melumpuhkan Eretan itu.

“Kami semua tentu berharap segera ada dukungan bantuan baik dari BPBD Indramayu maupun PMI untuk membantu kami di Eretan Wetan,” tandasnya.

Kisah pilu juga diungkapkan oleh warga blok Pang Pang, Eretan Wetan, Juju. Ibu yang sehari-hari mengurus balita ini setiap harinya berjuang mengahadapi banjir rob yang hampir setiap hari merendam rumahanya.

“Ya Allah, sampai kapan kami harus sepert ini. Setiap hari kami harus dihadapkan dengan banjir rob, pemerintah tolong, kami sudah sangat menderita,” ujar Juju sambil menangis.

Juju juga mengaku lelah dan bingung dengan kondisi banjir rob yang sudah tak wajar itu. Karena itu ia berharap ada segera tindakan agar warga Eretan tidak terus menerus mengalami penderitaan ini.

“Semoga segera ada pertolangan, kami sudah lelah dan bingung dengan kondisi ini, kami juga khawatir dengan kesehatan anak-anak kami, apalagi sekarang sedang marak wabah Corona,” keluh Juju yang bagian belakang rumahnya sudah hancur karena banjir rob itu.

Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin juga menuturkan, hingga Selasa (2/6) belum ada laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu yang sudah bergerak ke Eretan Wetan. Begitupun dengan para petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang seharusnya sudah bisa bergerak ke lokasi bencana.

“Untuk saat ini belum ada laporan dari BPBD Indramayu dan PMI masuk ke saya,” ujarnya.

Selain mendesak Pemkab Indramayu, Syaefudin juga meminta pemerintah pusat segera menyikapi persoalan yang hampir terjadi di seluruh wilayah pesisir pantai utara ini. Karena persoalan banjir rob ini tidak hanya terjadi di satu wilayah saja.

“Tentu butuh peran nyata dari pemerintah pusat juga. Karena banjir rob ini sudah sangat menyusahkan warga yang ada di kawasan pesisir pantai utara,” ujarnya.

Gelombang tinggi ditambah hujan deras membuat air laut meluap ke wilayah permukiman penduduk. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, wargapun sempat dibuat kaget. Ratusan warga pun sempat mengungsi ke kantor Desa Eretan Wetan.

Dikabarkan, terjangan gelombang besar itupun membuat beberapa titik breakwater atau batu pemecah ombak ambruk. Dari situlah pasang air rob lantas menghantam tanggul empang dan akhirnya jebol.(305/jpc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *