Punya Riwayat Sakit Jantung, Pasien Covid-19 Asal Mengwi Meninggal di RS Bali Mandara

Penanganan pasien Covid-19 di RSUP Sanglah (ilustrasi/ist)

DENPASAR | patrolipost.com –  Seorang pasien Covid-19 asal Mengwi, Badung yang dinyatakan meninggal, Minggu (31/5/2020) di RSUD Bali Mandara memiliki riwayat penyakit jantung selama 2 tahun. Selain jantungnya mengalami pembengkakan, pasien juga menderita infeksi paru (pneumonia).

Direktur RS Bali Mandara, dr I Gede Bagus Darmayasa mengatakan, pasien tersebut rujukan dari Bapelkes pada Jumat (29/05/2020) lalu dan tiba di RSBM pukul 12.30 Wita.

Bacaan Lainnya

“Di UGD pasien mengeluh kondisi sesak,” dr Bagus Darmayasa, Senin (1/6/2020).

Sementara itu, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit jantung sejak 2 tahun  yang lalu. Pasien tersebut berobat di RSUD Mangusada & Kasih Ibu Ubung.  Saat diperiksa di IGD RS Bali Mandara, selain gangguan jantung, pasien memiliki infeksi paru (Pneumonia) disertai pembengkakan jantung dan dirawat oleh dokter paru & dokter jantung.

dr Bagus Darmayasa menerangkan, setelah dilakukan pemeriksaan dengan protokol Covid-19, pasien tersebut dipindahkan ke ruang rawat inap khusus Covid-19.

“Sedangkan pada pukul 19.00 Wita, kondisi pasien mengalami penurunan,  tensi turun (83/62) kemudian ditambahkan obat untuk menstabilkan tekanan darah oleh dr Jantung,” terangnya.

Namun pada Sabtu (30/5/2020) pasien masih mengeluh sesak dan disertai batuk hingga pada hari berikutnya Minggu (31/5/2020) pukul 16.00 Wita pasien mengalami pemburukan kondisi dan kesadaran pasien menurun.

Pada pukul 16.30 Wita pasien mengalami Sudden Cardiac Arrest (Henti Jantung dan Henti Napas) dan dilakukan resusitasi jantung dan paru oleh tim dokter dan perawat. Selanjutnya, pada pukul 17.00 Wita pasien berusia 57 tahun itu dinyatakan meninggal dunia.

dr Bagus menjelaskan, yang memperburuk kondisi pasien bukan berasal dari virus Covid-19, namun penyebab utama pemburukan adalah dari penyakit jantung yang dibawa pasien.

“Ini penyebabnya penyakut jantung, karena jantungnya sudah mengeras,” jelasnya.

Sementara untuk penanganan jenazah pasien asal Mengwi Badung ini dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

Terkait informasi tersebut, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit, yang dikonfirmasi mengatakan jenazah pasien tersebut diterima di RSUP Sanglah pada Minggu (31/5/2020) pukul 21.35 Wita kemarin. Kemudian penanganan jenazah tersebut sesuai dengan protap jenazah Covid-19.

“Disinfektan dan disinfeksi luar dan dalam.  Untuk disinfeksi dalam menggunakan formalin, sedangkan yang diluar dibungkus  beberapa lapis dan disemprot dengan klorin,” ujar dr Ida Bagus Putu Alit, sambil menambahkan, pada pukul 6.35 Wita jenazah sudah dibawa ke rumah duka. (cr02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.