Setelah Dirawat 2 Hari, Pelajar SMP yang Dililit Ular Piton Akhirnya Sembuh

  • Whatsapp
Bagus Permana ketika pingsan dililit ular piton, Kamis (21/5/2020) lalu.

SEMARAPURA | patrolipost.com – Gusti Ngurah Bagus Permana (16), pelajar SMP sekaligus pawang ular yang dililit ular piton, Kamis (21/5) sampai koma, akhirnya dinyatakan sembuh. Dokter RSU Klungkung yang merawat memperbolehkan Bagus Permana pulang ke rumah, Sabtu (23/5/2020).

“Sesuai hasil observasi RSUD Klungkung menyatakan kondisi pasien Gusti Ngurah Bagus Permana sudah cukup baik, setelah diberikan oksigen,” ujar Dirut RSU Klungkung dr Nyoman Kesuma, Sabtu (23/5/2020).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan dr Nyoman Kusuma, pelajar yang tinggal di Jalan Ratna, Semarapura Klod ini, sempat dinyatakan mengalami hipoksia, hingga kepalanya membiru karena kekurangan oksigen.

Lebih jauh  dr Nyoman Kesuma mengatakan hipoksia itu suatu kondisi kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Sehingga keadaan hipoksia ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu fungsi otak, hati, dan organ lainnya dengan cepat.

“Itulah sebabnya korban sempat pingsan. Pingsan ini sesungguhnya cara tubuh untuk memperoleh oksigen. Ketika pingsan aliran darah lebih banyak ke otak, sehingga bisa memperoleh oksigen lebih banyak,” jelas dokter asal Nusa Penida itu.

Melihat kondisi pasien dengan wajah sudah membiru, memperlihatkan bahwa ia tercekik oleh lilitan ular piton itu cukup lama. Bahkan, ketika mendapat penanganan, butuh waktu cukup lama untuk kembali normal. Pasien sempat mengalami “kesadaran berkabut” cukup lama, seperti orang setengah sadar, sehingga korban saat itu seperti orang mengamuk mengigau. Setelah full diberikan oksigen, baru kesadarannya berangsur membaik. Akhirnya nyawanya terselamatkan dari ancaman kematian akibat lilitan ular piton yang dipeliharannya.

“Setelah observasi empat jam, dia sudah diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah pulih. Sudah normal,” tegasnya.

Untuk memulihkan total kondisinya, dia harus beristirahat yang cukup. Jangan pula ulangi kesalahan yang sama. Karena kondisi hipoksia sangat berbahaya.

Sebagaimana ramai diberitakan media, Bagus Permana tiba-tiba jatuh di pinggir jalan saat naik motor di depan Pura Dalem Majapahit, Jalan Kresna Lingkungan Pande, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kamis (21/5) lalu. Warga sekitar kaget, karena korban lama tidak bernafas saat ditolong warga. Remaja ini tampak seperti sudah tidak bernyawa saat itu, setelah dililit ular piton di bagian lehernya dengan kuat.

Beruntung warga berhasil melepaskan lilitan ular piton itu, kemudian membawa korban ke rumah sakit. Diduga, ular piton yang dibawa Bagus Permana mengendarai sepeda motor tiba-tiba agresif karena basah diguyur hujan. Saat kejadian memang di sekitar Kelurahan Semarapura Klod Kangin sedang turun hujan.

Dengan kesembuhan korban Gusti Ngurah Bagus Permana, pihak keluarganya menyambutnya dengan sukacita. Sebagai wujud syukur korban dibuatkan upacara sederhana ngulapin karena nyawanya sudah tertolong. Disamping itu korban oleh keluarganya dianggap melik.

“Gusti Ngurah sejatinya melik sering dipatok ular, tapi luput dari musibah dan selamat,” jelas keluarga korban tanpa menyebut identitasnya. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *