Krama Payangan Gantung Diri, Tinggalkan Surat Permohonan Maaf

  • Whatsapp
Petugas mengevakuasi  jasad  I Ketut Silib dari lokasi kejadian.

BANGLI | patrolipost.com – Diduga tidak kuat menghadapi tekanan mental karena terbelit masalah adat, I Ketut Silib (48) warga Banjar Begawan Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan Gianyar nekat gantung diri di pohon bambu yang tumbuh di jurang milik I Nengah Arjana (48) di Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Rabu (13/5/2020).

Informasi yang terhimpun terungkapnya kasus bunuh diri tersebut berawal I Nengah Arjana hendak pergi ke ladangnya. Ketika melintas di lokasi, I Nengah Arjana melihat sebuah sepeda motor jenis Vario Nopol DK 3027 LZ parkir di pinggir jalan. Karena merasa curiga lantas I Nengah Arjana mencari pemilik motor di sekitar lokasi.

Bacaan Lainnya

Ketika melakukan pencarian dari atas jurang, I Nengah Arjana melihat seseorang dalam posisi tergantung di pohon bambu. Selanjutnya I Nengah Arjana  memberitahukan hal tersebut kepada I Nengah Warta dan kemudian melapor ke Polsek Kintamani.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Kintamani bersama petugas medis dari Puskesmas 6 Kintamani meluncur ke lokasi.

Kapolres Bangli AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus bunuh diri tersebut. Dari hasil pemeriksaan terhadap jasad korban ditemukan bekas luka jeratan pada leher,  keluar cairan dari kemaluan serta luka sayatan pada urat nadi tangan sebelah kiri.

”Dari hasil olah TKP kuat dugaan sebelum gantung diri korban menyayat urat nadinya dengan menggunakan pisau cutter yang ditemukan dekat lokasi,” ujar mantan Kapolres Mappi, Polda Papua ini, Kamis (14/5/2020).

Selain itu di sekitar lokasi ditemukan pula 6 lembar surat pesan terakhir korban.

”Dalam suarat itu berisi permohonan maaf korban kepada keluarga dan masyarakat,” jelas Kapolres sembari menambahkan untuk motif sedang didalami petugas.

Lanjut Kapolres, untuk memastikan penyebab kematian korban, atas permintaan pihak keluarga jasad korban dikirim ke RS Sanglah untuk diotopsi.

”Petugas kami sudah langsung mengirim jasad korban ke RS Sanglah,” jelas AKBP Gusti Agung Dhana Aryawan. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *