Dua Hotel di Dalung Jadi Tempat Karantina Pekerja Migran

  • Whatsapp
Camat Kuta Utara Putu Eka Permana saat mengecek salah satu hotel di Dalung, Kuta Utara, yang dijadikan sebagai lokasi karantina mandiri sejumlah PMI.

KUTA UTARA | patrolipost.com – Ratusan warga Kecamatan Kuta Utara, Badung memilih melakukan karantina secara mandiri setelah pulang dari ke luar daerah maupun luar negeri. Dua hotel di Dalung dijadikan lokasi karantina pekerja migran maupun yang baru datang dari zona merah Covid-19 di dalam negari.

Warga yang dominan baru pulang sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini melakukan karantina dengan ongkos sendiri di sejumlah hotel dan penginapan yang berbeda-beda. Mereka ingin memastikan diri bebas terjangkit virus Corona (Covid-19) sebelum bergabung dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Kecamatan Kuta Utara, Rabu (15/4/2020), total ada 232 orang yang melakukan karantina mandiri. Rinciannya, 141 orang PMI dan 91 orang dalam negeri. Dari jumlah tersebut, warga Desa Dalung paling banyak melakukan isolasi mandiri, yakni dengan 106 orang.

Kemudian disusul warga Kelurahan Kerobokan Kaja 75 orang, terus masing-masing 16 dari Desa Canggu dan Desa Tibubeneng, 10 dari Kelurahan Kerobokan dan 9 dari Kelurahan Kerobokan Kelod. Saat ini sudah ada 28 orang melakukan karantina lebih dari 14 hari.

Camat Kuta Utara Putu Eka Permana yang dikonfirmasi, Rabu (15/4/2020) menjelaskan 232 orang warga Kuta Utara ini melakukan karantina dengan biaya sendiri. Sebagian besar, kata dia, memang adalah PMI yang baru pulang dari kapal pesiar.

“Saat ini total ada 232 orang di Kuta Utara melakukan karantina mandiri. Sebagian besar PMI. Mereka ada yang tinggal di hotel, penginapan dan di rumah sendiri. Artinya, biar masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tidak rerah, mereka dengan kesadaran sendiri melakukan karantina secara mandiri. Dan itu kami awasi terus,” ujarnya.

Khusus yang tinggal di hotel, lanjut Eka Permana, ada dua hotel di wilayah Dalung yang menjadi tempat karantina mandiri. Nah, hotel ini semua diawasi protokol kesehatannya oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Badung.

“Di Dalung ada dua hotel (sebagai tempat karantina mandiri, red). Tadi, kami sudah cek. Satu hotel sudah siap dengan protokol kesehatan Covid-19, sedangkan hotel yang lagi satu sudah kita sarankan agar mengikuti,” kata Eka Permana.

Selain tinggal di hotel, mantan ajudan Bupati Badung era AA Gde Agung ini juga menyebut banyak warga Kuta Utara yang memilih isolasi di penginapan. “Selain di hotel, ada juga yang melakukan karantina mandiri di penginapan dan di rumahnya. Itu semua kita pantau agar benar-benar mereka  melaksanakan karantina secara benar dan disiplin,” tegasnya.

Eka Permana mengakui cukup banyak warganya yang memiliki riwayat ke luar negeri dan ke luar daerah.

“Lumayan banyak warga kami yang dari luar negeri. Besok informasi yang kami terima PMI akan ada yang datang lagi. Nah, itu kami sarankan ke karantina milik pemerintah kabupaten dulu,” tukasnya.  (634)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *