Di Badung 22.098 Karyawan Dirumahkan, 318 di-PHK

  • Whatsapp
Foto ilustrasi/net

MANGUPURA | patrolipost.com – Wabah virus Corona (Covid-19) telah membuat oleng ratusan perusahaan di Kabupaten Badung. Akibatnya, pihak perusahaan pun terpaksa merumahkan bahkan sudah ada yang memPHK (pemutusan hubungan kerja) para karyawannya.

Atas kondisi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung juga mengaku tak bisa berbuat banyak karena kondisi ekonomi memang sedang anjlok.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, karyawan yang kena PHK sudah berjumlah 318 orang. Sementara sebanyak 22.098 karyawan telah dirumahkan tanpa kepastian kapan akan dipanggil bekerja kembali.

“Dampak wabah virus Corona membuat dunia usaha sulit. Mereka terpaksa memPHK dan merumahkan karyawan. Sejauh ini yang dirumahkan saja ada sekitar 22.098 karyawan dari sekitar 240 perusahaan,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung Ida Bagus Oka Dirga, Jumat (10/4/2020).

Hampir semua usaha yang ada di Gumi Keris kena imbas dari pandemi global Covid-19 ini. Namun, yang paling keras kena pukulan adalah usaha di sektor pariwisata akibat tidak adanya wisatawan berkunjung.

“Semua kena imbas. Tapi, yang paling keras adalah bidang jasa, hotel maupun restoran,” katanya.

Sejumlah perusahaan bahkan diakui sudah ada yang mem-PHK karyawan karena tidak kuat memberikan gaji. “Data yang kami terima, sudah 318 orang karyawan di-PHK,” sebut mantan Kabag Umum Setda Badung ini.

Pihaknya pun tidak bisa melarang perusahaan melakukan penciutan karyawan karena kondisi memang sepi.

“Terus terang kita tidak bisa berbuat banyak, karena kondisinya memang seperti ini,” katanya.

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau agar seluruh perusahaan sebisa mungkin tidak langsung mem-PHK. Bila terpaksa harus mem-PHK, pihaknya meminta agar seluruh perusahaan mengikuti segala ketentuan yang ada dalam UU Ketenagakerjaan.

“Kalau harus ada PHK, maka sesuai undang-undang yang kena PHK, perusahaan wajib memberikan pesangon,” tukasnya. (634)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *