Pemprov Bali Bentuk Tim Penanganan Dampak dan Pemulihan Akibat Covid-19

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

DENPASAR | patrolipost.com – Gubernur Bali I Wayan Koster membentuk tim percepatan penanganan dampak dan pemulihan akibat Covid-19 di Provinsi Bali. Tim ini diketuai langsung Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan pembentukannya diatur dalam SK Gubernur Bali Nomor 274/01-C/HK/2020.

“Disamping fokus memimpin penanganan Covid-19 ini, beliau (Gubernur Wayan Koster) memikirkan jauh ke depan yaitu membentuk tim penanganan dampak dan pemulihan,” ujar Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Senin (6/4/2020).

Bacaan Lainnya

Pembentukan tim percepatan pemulihan ini dipandang mendesak karena Covid -19 telah menimbulkan dampak sosial, pariwisata, dan ekonomi yang harus segera diatasi untuk memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat dalam mewujudkan keharmonisan alam, krama, dan budaya Bali sesuai visi Pembangunan Daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Dalam melaksanakan tugasnya, Wagub Cok Ace didampingi oleh tiga wakil ketua yang terdiri dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Bali, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Ketua PHRI Badung. Tim juga dilengkapi sejumlah bidang yaitu Bidang Penanganan Masyarakat dan Sektor Informal Terdampak Covid-19; Bidang Penanganan Sektor Usaha Terdampak Covid-19; Bidang Penanganan Ketersediaan Pangan, Donasi/Bantuan Lembaga/Masyarakat; Bidang Pemulihan Pariwisata; dan Bidang Pemulihan Ekonomi.

Tim Percepatan ini mempunyai fungsi untuk melakukan penanganan dampak Covid -19 melalui sinergi antar instansi pemerintah, badan usaha, akademisi, dan masyarakat.

Tim juga mempunyai tugas: merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan penanganan dampak Covid -19 terhadap masyarakat dan sektor informal; dan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pemulihan pariwisata dan perekonomian akibat dampak Covid -19 terhadap sektor usaha, pariwisata, dan perekonomian. (rls/cr01)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *