Waduh! Preman Kampung Pukul Ketua RAPI hingga Lebam

  • Whatsapp
Korban Kadek Suastika saat melaporkan peristiwa pemukulan yang dialaminya di Mapolsek Klungkung

SEMARAPURA | patrolipost.com – Aksi main pukul dilakukan preman kampung yang juga mantan anggota Polisi, Cokorda Astika (60), terhadap mantan Kelian Banjar Jelantik Mamoran, Desa Tojan, Klungkung, Kadek Suwastika. Akibat pemukulan tersebut muka Kadek Suwastika yang juga Ketua RAPI Kecamatan Klungkung ini mengalami lebam, sehingga harus divisum di RSU Klungkung.

Peristiwa pemukulan oleh Cok Astika terhadap korban Kadek Suwastika ini terjadi, Kamis (2/4/2020) sekira pukul 10.30 Wita, dan dilaporkan ke Polsek Klungkung untuk diproses hukum.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta SH menjelaskan, korban diantar oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perbekel Desa Tojan, serta Kadus Jelantik Mamoran, untuk melapor ke Mapolsek Klungkung. Identitas terlapor (pelaku) pemukulan bernama Cokorde Astika (60), pensiunan Polri, alamat Jalan Kartini, Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung.

Kejadian berawal pada  Kamis sekira pukul 09.00 Wita, korban Kadek Swastika pulang dari sawah melewati Jalan BTN Tojan Indah mengendarai sepeda motor Mio warna hitam. Sesampainya  di depan warung Pak Wirya, ada mobil jazz warna putih datang  dari arah Utara, dan mobil Isuzu Panter dari arah Selatan.

Posisi korban saat itu berada di belakang mobil Panter sekitar 3 meter. Karena jalan yang sempit, korban selaku Ketua RAPI Klungkung yang biasa melakukan tindakan kemanusiaan langsung turun hendak membantu mengatur lalu lintas agar kedua mobil bisa berpapasan.

Saat korban memberikan tanda stop kepada mobil yang datang dari Utara, tetapi pengemudi Cok Astika  (terlapor) tidak memperhatikan aba-aba korban hingga akhirnya mobil terlapor mengenai batu.

Rupanya pelaku emosi dan langsung turun dari mobil dan menunjuk muka korban sambil melontarkan kata-kata kasar. “Eh cai, ngawasin gen cai sing bise!” bentak Cok Astika, seraya mendekati korban dan langsung memukul dengan tangan kiri terkepal. Pukulan yang tak diduga itu mengenai pipi sebelah kanan korban sebanyak satu kali, sehingga muka korban mengalami lebam.

Tentu saja korban tidak terima perlakuan kasar yang diterimanya, sehingga diantar tokoh masyarakat Tojan serta Bhabinkamtibmas melapor ke Polsek Klungkung, serta sebelumnya mendatangi RSUD Klungkung untuk visum.

“Benar terjadi peristiwa pemukulan terhadap korban Kadek Swastika dan saat ini korban Kadek Suastika sedang dimintai keterangan atas kejadian yang menimpanya,” terang Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *