Ngembak Geni, Kota Bangli Seperti Kota Mati

  • Whatsapp
Pecalang melakukan penjagaan di wilayah di seputaran Kelurahan Cempaga, Bangli.

BANGLI | patrolipost.com – Surat edaran Gubernur Bali No 45/Satgascovid 19, perihal imbauan kepada seluruh masyarakat Bali  untuk tetap berada di rumah  pada Kamis 26 Maret 2020 sangat dipatuhi masyarakat Bangli. Masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah masing- masing, sehingga Kota Bangli seperti kota mati.

Pantauan suasana ruas jalan utama di Kota Bangli, tampak sejumlah pecalang yang sedang berjaga. Akses jalan masuk ke banjar-banjar ditutup menggunakan rambu, bahkan ditutup dengan bambu. Memang ada sejumlah kendaraan yang melintas, namun itu kendaraan petugas medis, kendaraan yang mengantar orang sakit dan kendaraan petugas TNI/Polri untuk memantau wilayah.

Bacaan Lainnya

Sementara aktifitas perekonomian juga tidak berjalan. Ini dapat dilihat dengan ditutupnya Pasar Kidul dan komplek pertokoan di Pasar  Loka Crana serta warung-warung dan tempat usaha lainnya.

Bendesa Adat Cempaga, I Wayan Nyepek mengatakan terkait instruksi Gubenur dan Bupati soal pelarangan keluar rumah pada hari  Umanis Nyepi telah disikapi masing-masing banjar. Walaupun ada yang keluar itu pun mereka yang memilki kepentingan mendesak, seperti mengantar orang sakit.

“Untuk pengamanan mendapat pemantuan dari aparat Kepolisian dan TNI, sementara untuk wilayah masing- masing banjar pengamanan  melibatkan pecalang,” ujar Wayan Nyepek, seraya menambahkan keluarnya instruksi ini adalah sebagai bentuk upaya pemerintah menangkal penyebaran virus Corona.

Sementara itu untuk di wilayah perbatasan dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Warga Kabupaten Bali tidak boleh keluar Bangli, demikian juga sebaliknya, warga dari kabupaten lain tidak diperkenankan memasuki wwilayah Bangli.

Kassubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi mengatakan untuk pengamanan di wilayah perbatasan dilakukan bersama pecalang dan stackholder terkait. Selain pengaman di perbatasan personel Polres Bangli juga melakukan pemantau di seluruh kecamatan. Hal ini guna memastikan masyarakat mengikuti intruksi pemerintah agar berada di rumah saat Ngembak Geni.

Lanjutnya, akses lalu lintas ditutup namun ada pengeculian seperti petugas medis yang akan bertugas, warga yang sakit. “Jika yang tidak berkepentingan langsung diminta untuk pulang,” ujarnya. (750)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *