Pemkab Bangli Awasi 191 Pekerja Migran yang Baru Pulang dari Luar Negeri

Bupati Bangli I Made Gianyar pimpin rapat pencegahan virus Corona bertempat di ruang rapat Krisna kantor Bupati Bangli, Senin (23/3/2020).

BANGLI | patrolipost.com – Sampai Senin (23/3/2020) instansi terkait di Kabupaten Bangli mencatat 198 warga Bangli baru pulang dari bekerja di luar negeri, diantaranya sebagai kru kapal pesiar. Aparat pemerintah mulai kabupaten sampai ke banjar serta warga diharapkan berperan aktif untuk saling mengingatkan agar penyebaran virus Covid-19 tidak semakin massif.

Data ini terungkap dalam rapat pencegahan penyebaran Covid-19 (Corona) yang berlangsung  di ruang rapat Krisna kantor Bupati Bangli, Senin (23/3). Dalam rapat tersebut Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan  hingga saat ini sebanyak 191 orang warga Bangli yang sudah kembali dari bekerja di luar negeri. Untuk warga yang baru pulang dari luar negeri ini, pemerintah daerah akan melakukan cek kesehatan. Selain itu juga dicek sertifikat sehat dari pemerintah dimana tempat mereka sempat melabuh.

Bacaan Lainnya

“Sampai di Indonesia sertifikat itu harus ditunjukkan kepada pemerintah. Kami pun akan mengecek hal tersebut, kalau sudah memiliki sertifikat sehat maka akan dikembalikan ke desa masing-masing, namun tetap akan dipantau pemerintah kabupaten,” jelasnya Bupati Made Gianyar.

Jika ada pekerja imigran yang tidak memiliki sertifikat sehat, maka akan dikarantina secara terpusat oleh Satgas Provinsi selama 14 hari. Jika selama 14 hari dinyatakan sehat maka akan dikembalikan ke tempat asalnya.

Made Gianyar meminta  kepada Perbekel dan Bendesa adat agar melaporkan warganya yang baru datang dari luar negeri. “Kepada Perbekel, Bendesa Adat se Bangli agar mendata warganya yang baru datang dari bekerja di luar negeri, karena untuk melawan virus ini kita harus bekerjasama,” tegasnya.

Didampingi Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Made Gianyar mengatakan dengan adanya Inpres Nomor 4 tahun 2020 tentang refocusing kegiatan, relokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan corona virus Disease 2019 (Covid-19) maka ditindaklanjuti pemerintah daerah yakni APBD dan APBDes harus dipergunakan untuk menanggulangi Corona.

“APBD dan APBDes dipergunakan untuk menanggulani virus Corona ini demi keselamatan warga masyarakat,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bangli dr I Nengah Nadi  saat dikonfirmasi terkait jumlah warga Bangli yang baru pulang dari luar negeri, menyampaikan bahwa jumlah terus mengalami pergerakan. Hal ini karena pendataan masih terus dilakukan. Menurutnya data yang yang diterima Dinas Kesehatan dari beberapa sumber, seperti data dari BP3TKI, dari rumah sakit, Puskesmas, Pemprov Bali  hingga dari aparat desa.

“Kebanyakan yang sudah pulang adalah pekerja di kapal pesiar. Memang untuk data terus melangami pergerakan, ada yang sudah dua hari pulang baru dilaporkan,” jelasnya sembari menyebutkan hingga Senin (23/3/2020) sore data warga Bangli yang baru pulang dari luar negeri sebanyak 198 orang.

“Pendataan terus dilakukan  dan untuk jumlah kemungkinan akan terus bertambah,” sebut Nengah Nadi. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.