Filiani Sebut Anggota Komisi XI DPR RI IG Agung Rai Wirajaya “Sing Ada Lawan”

  • Whatsapp

Launching Destinasi Wisata Budaya Berbasis Digital di Desa Jungutan, Karangasem, Sabtu (29/2/2020)

 

Bacaan Lainnya

 

KARANGASEM | patrolipost.com – Ketika melaunching Destinasi Wisata Budaya Berbasis Digital di Desa Jungutan, Karangasem, Sabtu (29/2/2020), Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta di hadapan stakeholder yang hadir, mengungkapkan, keberhasilan penetrasi transformasi transaksi digital di Bali tidak terlepas dari tangan dingin seorang putra terbaik daerah Bali yang duduk di Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya

“Kita bisa hadir dan melakukan berbagai program karena bapak-ibu yang hadir memiliki putra daerah terbaik dari Bali yang sudah empat periode di Komisi XI DPR RI, Pak Agung Rai, yang kita anggap sing ade lawan,” tukasnya, sembari mengatakan banyak kebijakan Bank Indonesia yang didukung oleh Komisi XI baik itu dari persetujuan anggaran ataupun dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya program dan kebijakan.

Dibarengai dengan ritual “Manah Toya” yang memiliki makna kemakmuran serta mengusung tema “Bersama QRIS Membangun Wisata Indonesia dari Desa”, Filiani menjelaskan, QRIS merupakan standar Pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran dengan menggunakan Hand Phone, baik oleh bank atau bukan bank.

“QRIS menjadi satu-satunya QR code untuk seluruh pembayaran di Indonesia. QRIS secara nasional resmi diimplementasikan per 1 Januari 2020. Sehingga masyarakat, pelaku UKM, lembaga, corporasi sudah dapat menerima model pembayaran secara non tunai dan berbagai jenis manfaatnya,” ucapnya.

Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya yang hadir pada kesempatan ini juga menyampaikan, meskipun trasformasi transaksi digital tengaah berjalan, namun kedepannya ia meminta agar BI selaku regulator untuk kembali memikirkan bagaimana penggunaan hanya menggunakan satu QRIS saja yang terintegrasi ke semua vendor atau mercant.

“Ini merupakan pekerjaan rumah Bank Indonesia, bagaimana kedepannya kita hanya menggunakam satu QRIS saja,” sebut Rai Wirajaya.

Apa yang disampaikan Rai Wirajaya bukan tanpa sebab, lantaran berdasarkan pengamatannya selama ini terlalu banyak QRIS yang nangkring di depan kasir.

“Kalau bisa kita gunakan satu QRIS saja yang terintegrasi, agar masyarakat tidak bingung,” tutupnya.

Terlihat hadir dalam kegiatan kali ini antara lain, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, Kepala Dinas Provinsi Bali, Putu Astawa, Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya serta para stakeholeder lainnya. (473)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *