Keren! Bunga Putih dan Pink Tabebuya Hiasi Kota Badung

  • Whatsapp

MANGAPURA | patrolipost.com – Kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung dan Jalan Raya Sempidi-Kapal – Badung kini bertaburan bunga, menyusul mekarnya bunga dari ribuan pohon Tabebuya yang ada di kawasan itu. Praktis, berseminya bunga dengan warna putih, pink dan kuning ini membuat perwajahan Kota Mangupura kian eksotis dan indah mirip bunga Sakura di Jepang.

Pohon Tabebuya mulai mengeluarkan bunganya sejak memasuki bulan Oktober lalu. Ada ribuan pohon Tabebuya yang sengaja ditanam sebagai pohon perindang oleh Pemkab Badung.

“Ini (Pohon Tabebuya, red) sebagai percontohan pohon perindang dari ikon Mangupura,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung, I Putu Eka Merthawan, Minggu (6/9).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, ada ribuan pohon Tabebuya ditanam oleh Pemkab Badung. Yakni, 500 tabebuya bunga kuning tertanam di wilayah Petitinget hingga Kuta. Kemudian 5.000 pohon tabebuya bunga pink dan putih ditanam dan tersebar di wilayah Badung.

“Di sepanjang jalan raya Sempidi hingga Desa Kapal ini memang percontohan pohon perindang jenis Tabebuya. Kemudian akan bertambah nanti sampai Mengwitani,” katanya.

Dipilihnya pohon tabebuya ini karena di saat musim kemarau pohon tersebut tetap hijau dan daunnya jarang berguguran. Selain itu di musim panas seperti sekarang ini tabebuya berbunga dan memberikan kesan eksotik. Kendati bunganya berguguran itu tidak masalah, malah terlihat indah. Selain itu bunganya juga dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang diolah di Puspem Badung.

“Puncak musim bunganya nanti lagi 2 minggu, itu full dari ujung utara dan selatan jalan raya Sempidi penuh bunga,” papar Eka Merthawan.
Pemkab Badung, lanjut dia, sengaja memilih Tabebuya karena dari segi perawatan tanaman ini cukup mudah, ketimbang pohon jenis angsana. Karena tabebuya ini rimbunnya di atas, berbeda dengan angsana rimbunya dari bawah. “Perawatan cuma pemangkasan saja, tidak ada yang lain,” imbuhnya.
Cuma diakui bibit pohon ini cukup mahal. Bibit dengan tinggi 4-5 meter harganya bisa satu jutaan.
“Target kita semua pohon perindang akan memakai Tabebuya, sehingga kita punya dua ikon Tabebuya dan Jepun,” jelas pejabat asal Sempidi ini. (634)
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *