Berburu ke Busungbiu, Paha Sudastra Tertembus Peluru

  • Whatsapp
Wayan Sudastra saat menjalani perawatan di RSU Bangli, Minggu (26/1/2020).

BANGLI | patrolipost.com – Nasib apes dialami I Wayan Sudastra (47) pria asal Dusun Pukuh Desa Susut, Kecamatan Susut, Bangli. Sudastra harus dilarikan ke RSUD Bangli setelah paha kanannya tertembus peluru dari senapan angin yang dibawanya saat berburu di wilayah Dusun Bujak, Desa Dadap Putih, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Minggu (25/1). Karena terbentur peralatan medis, akhirnya I Wayan Sudastra dirujuk ke RSUP Sanglah.

Saat ditemui diruang IGD RSUD  Bangli,  I Wayan Sudastra menuturkan, ia bersama enam rekannya  berangkat berburu  menggunakan mobil ke wilayah seputaran Dusun Bujak  Desa Dadap Utih Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

Muat Lebih

“Kami berangkat dari Bangli pukul 01.00 Wita dan sampai di lokasi  sekitar pukul 04.00 Wita,” ungkapnya.

Lanjut Wayan Sudastra, setelah beristirahat sejenak kegiatan berburu dimulai, dan anggota rombongan menyebar. Musibah yang dialaminya berawal  ketika  Wayan Sudastra melewati jalan menurun, dan kakinya sempat terpeleset sehingga terjatuh. Seketika itu senapan angin yang  diselempangkan tiba- tiba meledak.

“Saat saya jatuh, tiba-tiba saja senapan meletus dan peluru menembus paha kanan,” kata Wayan Sudastra, sembari menambahkan begitu terkena peluru, kaki kanannya langsung terasa kesemutan. Kemudian Wayan Sudastra memanggil rekan-rekannya dan  selanjutnya  mengantar berobat ke RSUD Bangli.

Sementara Suvervisi RSUD Bangli, Luh Puji Ade Lestari mengatakan,  korban Wayan Sudastra tiba di RSU Bangli sekitar pukul 12.00 Wita dengan  keluhan kaki merasa kesemutan setelah tertembus peluru senapan angin. Selanjutnya korban diberikan obat anti tetantus dan menghilangkan rasa nyeri.

Lanjut Ade Lestari karena tidak tersedia alat C Arm atau alat untuk melihat gambar atau objek dari pasien yang dapat dilihat langsung  pada layar monitor, akhirnya korban dirujuk ke RSU  Sanglah. “Kondisi korban  stabil  dan tidak mengalami pendarahan, karena tidak ada alat C Arm maka tindakan untuk untuk mengambil proyektil yang bersarang di paha korban tidak bisa dilakukan di sini  sehingga korban dirujuk ke RSU Sanglah,” jelasnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *