Terseret Arus, Pelajar MTs Al Amin Tabanan Tewas Tenggelam

  • Whatsapp
Mayat korban dievakuasi dari dalam sungai.

TABANAN | patrolipost.com – Seorang pelajar MTs Al Amin Tabanan tewas tenggelam di Sungai Yeh Panahan, Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Kamis (2/1/2020). Korban Dimas Sihabudin (13), alamat Jl Tendean No 73 Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ini merupakan pelajar kelas VII MTs Al-Amin, Tabanan.

Berdasarkan informasi di lapangan, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 Wita. Dimana pada saat itu korban bersama saksi Dani Aditya Ramadhani (13) dan Muhamad Choirulzat (13) selesai melaksanakan sholat di Mesjid Al Amin Tabanan. Sambil menunggu jam sekolah dimulai pukul 13.00 Wita, mereka bermaksud jalan-jalan, dan korban mengajak kedua saksi untuk main ke sungai. Namun kedua saksi tidak mau dan menyarankan jalan-jalan sekitar TMP Pancaka Tirta Tabanan saja. Namun korban menolak dan berjalan menuju  Sungai Yeh Panahan. Melihat hal tersebut, kedua saksi mengikuti korban.

Sesampai di sungai, sudah ada teman-teman yang lain  kelas VII MTs Al Amin Tabanan sebanyak 6 orang  yang sedang ngobrol sambil duduk di pinggir sungai. Tiba-tiba Korban berlari menuju pinggir sungai dan melepas pakaian serta meletakkannya di atas batu. Selanjutnya korban langsung melompat ke sungai.

Bukannya berenang, justru korban terlihat seperti orang tenggelam, maka saksi Dani Aditya Ramadhani, Muhamad Choirulzat, Dwi Andika Wardani dan Aditya Putra Mandala berusaha menolong. Namun usaha mereka sia-sia, dan korban akhirnya tenggelam.

Melihat hal tersebut teman-teman korban berlari ke sekolah ( MTs. Al Amin)  dan  melaporkan kepada Kepsek Dedi Kusnadi, kemudian diteruskan ke SPKT Polres Tabanan.

Mendapat laporan tersebut, pihak Kepolisian langsung turun ke TKP berkordinasi dengan BPBD Tabanan, PMI, Tim SAR dan Basarnar Bali untuk melakukan pencarian terhadap korban. Korban berhasil dievakuasi berselang tiga jam kemudian sekitar pukul 17.08 Wita dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut keterangan teman korban, Dani Aditya Ramadhani, Muhamad Choirulzat, Dwi Andika Wardani dan Aditya Putra Mandala pada saat di sungai, mereka sempat berusaha untuk menolong korban dengan membuka baju dan turun ke sungai. Namun karena tarikan arus bawah yang cukup deras maka, korban cepat tenggelam dan mereka berempat tidak berani ke tengah sungai takut ikut tenggelam dan kemudian mereka melapor kepada Kepala Sekolah.

Sementara itu orangtua korban, Sukarman (47) mengungkapkan kalau anaknya memang tidak bisa berenang. Pihaknya mengikhlaskan kematian anaknya karena semua itu dianggap sebagai musibah.

Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Made Budiarta membenarkan telah terjadi peristiawa siswa tenggelam di sungai Yeh Panahan, Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan. “Korban berhasil dievakuasi setelah tiga jam pencarian oleh tim gabungan. Dimana korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya. (207)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *