Astaga, Bocah Disodomi Lalu Dipenggal Kepalanya

Pelaku berinisial A berhasil diamankan polisi.

KATINGAN | patrolipost.com – Masyarakat Katingan Hulu, Kalimantan Tengah digemparkan penemuan mayat balita 12 tahun tanpa kepala, Jumat (6/12) pekan lalu. Berbagai spekulasi muncul setelah merebak isu bahwa mayat itu korban ngayau atau kayau, suatu ritual pemenggalan kepala manusia.

Namun pihak Kepolisian memastikan bahwa bocah malang itu disodomi sebelum dipenggal kepalanya. Badan anak itu ditemukan di bekas tambang emas tanpa izin, Tumbang Mahop, Katingan Hulu, Jumat (6/12) pekan lalu. Kepala korban ditemukan terkubur pada jarak 100 meter dari penemuan badan badan.

Dari hasil penyelidikan diketahui, mayat itu berinisial H, bocah usia 12 tahun. Polisi memastikan bocah malang itu korban sodomi. Pelakunya berinisial A, berupaya menghilangkan jejak dengan memenggal kepala sang bocah.

“Dari hasil pemeriksaan forensik ada bekas pelecehan seksual, sodomi,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan kepada wartawan, Selasa (10/12/2019).

Peristiwa pelecehan seksual disertai pembunuhan bocah H terjadi pada Selasa (3/12) sehingga mayat bocah berikut kepalanya sudah 3 hari tergeletak di sana, sebelum ditemukan, Jumat (6/12). Sedangkan pelaku berhasil ditangkap polisi Senin (9/12/2019).

Polisi kemudian meminta tersangka menunjukkan tempat kepala bocah dipendam dalam tanah. Lokasinya sekitar 100 meter dari tempat pemenggalan.

“Kami sudah berhasil menemukan jasad, yaitu kepala yang dipendam di tanah kemudian barang bukti berupa parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban,” ujarnya, seraya menambahkan pelaku A dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sebelumnya merebak spekulasi bahwa H menjadi korban ngayau. Tradisi Dayak Iban ini digambarkan sebagai usaha balas dendam dalam perang atau pertikaian antar keluarga. Kayau (memenggal) anak biasanya dilakukan untuk balas dendam antar sesama keluarga saja, bukan perang antar-kampung. (807)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.