138 Orang Ikuti Sidang Pemilihan Cata PK TNI AD Panda Bali

Sebanyak 138 peserta mengikuti seleksi calon Tamtama (Cata) Prajurit Karir TNI Angkatan Darat Gelombang I TA 2020.

DENPASAR | patrolipost.com – Sidang Pemilihan Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karir (PK) TNI Angkatan Darat (AD) Gelombang-I/TA 2020 Sumber Reguler Panitia Daerah (Panda) Bali ini memilih 87 orang dari 138 orang. Dimana, dari 87 orang yang terpilih tersebut akan mengikuti pemeriksaan atau Uji Tingkat Pusat (Sub Panpus) di Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan.

Demikian dikatakan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya, ketika membacakan sambutan tertulis Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP, saat memimpin Sidang Pemilihan Cata PK TNI AD Gelombang-I/TA 2020 Sumber Reguler Panda Bali di Lapangan Tenis Indoor GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Kamis (30/4/2020)

Bacaan Lainnya

Seluruh peserta yang terpilih dan lolos seleksi, akan menjalani tahapan tes selanjutnya yang dilakukan oleh Tim Pusat secara lebih ketat. Dengan demikian, nantinya akan diperoleh calon prajurit terbaik yang memenuhi persyaratan ditinjau dari segi postur, fisik, kesehatan, dan mental.

Pimpinan TNI AD terus berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) prajurit dengan cara memilih calon prajurit secara proporsional dan profesional serta transparan. Menyikapi hal tersebut, maka seluruh pendaftar yang masih tersisa setelah menjalani proses seleksi administrasi, postur, garjas dan kesehatan, harus mengikuti acara Sidang Pemilihan tersebut.

Kegiatan sidang ini bertujuan untuk mendapatkan calon prajurit yang berkualitas dan memenuhi semua aspek persyaratan yang diinginkan. Saat ini, berlaku proses seleksi dengan waktu yang singkat, sehingga panitia harus bekerja ekstra keras dengan menerapkan sistem gugur.

Dengan pemberlakuan waktu yang singkat dan sistem gugur, akan meminimalisir adanya oknum yang bermain sebagai calo, baik anggota maupun masyarakat umum yang memanfaatkan situasi dan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Menurutnya, obyektivitas harus menjadi acuan utama, sehingga kegiatan sidang parade akan menghasilkan keputusan yang adil, jujur, obyektif, transparan, dan akuntabel.

“Hindari istilah titipan, KKN, mafia calo atau pungli dan perilaku tidak terpuji lainnya. Kita harus konsisten pada aturan dan norma yang berlaku dalam penerimaan calon prajurit. Mari ciptakan image yang positif kepada masyarakat sekitar,” tegas Pangdam dalam sambutan tertulisnya.

Secara terpisah, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, SIP, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Sidang Pemilihan yang juga dihadiri Irutum Itdam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam IX/Udayana, Kakesdam IX/Udayana, Kaajendam IX/Udayana, dan Kajasdam IX/Udayana tersebut dibagi menjadi tiga gelombang. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti physical distancing. (246)

Pos terkait