Curah Hujan Tinggi di Lambaleda Selatan, Petani Kembali Garap Sawah

tanam padi
Para petani sedang menanam padi di area persawahan Lonto Ulu. (rob)

BORONG | patrolipost.com – Curah hujan yang tinggi serta musim hujan yang panjang di tahun 2022 ini turut mengubah pola kerja para petani di Lambaleda Selatan, Manggarai Timur. Musim hujan biasanya sampai bulan April setiap tahunnya, namun pada 2022 berbeda, hingga akhir Juni curah hujan masih tinggi.

Curah hujan tinggi menggugah para petani untuk menggarap sawahnya dua kali setahun meskipun di lahan yang tidak ada saluran irigasinya.

Bacaan Lainnya

“Air berlimpah saat sekarang ini. Kami pun mendapat peluang untuk kembali membajak sawah kami setelah musim panen sebulan yang lalu. Di area persawahan yang selama ini ditanami jagung, para petani menggantinya dengan menanam padi karena jagung tidak bisa bertumbuh dengan baik saat curah hujan tinggi,” jelas Yustina Umi, seorang petani yang sedang menanam padi di persawahan Lonto Ulu, Kamis (30/6/2022).

Bukan hanya Yustina, sebagian besar warga Kampung Heso pun memilih kembali menanam padi, berubah dari sebelumnya menanam jagung.

Menurut Yustina, curah hujan tinggi menjadi berkah namun juga malapetaka bagi para petani.  Kelimpahan air menyemangati petani untuk membajak sawah dua kali setahun. Namun demikian, tanaman perdagangan seperti kopi dan cengkeh tidak berbuah, sementara kopi dan cengkeh merupakan komoditi utama bagi warga Kampung Heso untuk bisa mendapat uang.

“Produk kopi menurun, begitupun cengkeh dan kakao. Meskipun harga kopi dan cengkeh cukup menjanjikan, namun kami tetap kesulitan memenuhi kebutuhan karena  panenan yang bisa dijual hanya sedikit, sementara tuntutan kebutuhan hidup serta urusan lainnya cukup banyak,” ujarnya.

Warga Kampung Heso, Desa Golo Wune dan warga kampung di sekitarnya didominasi para petani kopi dan cengkeh serta hampir semua warga memiliki lahan sawah. Namun pola kerja mereka bergantung pada musim dan hasilnya pun bergantung pada musim juga.

Saat curah hujan tinggi, buah kopi rontok sendiri dari tangkainya. Tanaman cengkeh hanya menumbuhkan ranting baru dan tidak berbuah. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan petani adalah menggarap sawahnya dua kali setahun. (pp04)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.