Akses Masuk Kampung Rewung hanya Jembatan dari Anyaman Bambu

15 jembatan
Jembatan darurat di jalan masuk ke Kampung Rewung, Desa Tango Molas, Lambaleda Timur, Manggarai Timur. (ist)

BORONG | patrolipost.com – Jembatan yang terbuat dari anyaman bambu  menjadi pemandangan yang unik ketika masuk Kampung Rewung, Desa Tango Molas, Kecamatan Lambaleda Timur, Manggarai Timur, NTT. Selain unik, jembatan anyaman bambu tersebut membuat cemas para pelintas jalan karena struktur jembatan yang tidak menjamin keselamatan pelintas jalan.

Dari pantauan wartawan, Senin (20/6/2022), jembatan tersebut terlihat dibuat ala kadarnya. Hanya semata-mata agar para pelintas jalan, terutama siswa SD dan SMP tidak perlu menyeberang sungai yang mengalir di bawah jembatan. Namun tetap saja, melintas di jembatan tersebut mesti hati-hati dan waspada jika jembatan roboh saat pesepeda motor atau pejalan kaki melintasinya.

Bacaan Lainnya

Seorang warga yang merahasiakan identitasnya menjelaskan, jembatan tersebut dibuat atas inisiatif warga sendiri. Menurutnya, pemerintah setempat, terutama pemerintah Desa Tango Molas belum menunjukkan kepedulian pada kondisi jembatan tersebut.

“Jembatan darurat ini dibuat atas inisiatif warga kampung. Anak-anak kami melewati jembatan ini setiap hari menuju ke sekolah. Oleh karena itu kami berinisiatif membuat jembatan darurat. Pemerintah Desa Tango Molas pun belum menunjukkan kepedulian terhadap kondisi jembatan tersebut,” ungkap warga tersebut.

Warga tersebut menambahkan, sebagai akses utama menuju Kampung Rewung, jembatan yang memadai perlu dibangun di tempat tersebut. Dia mengharapkan pemerintah setempat cepat tanggap terhadap kondisi yang terpampang di depan mata.

“Jembatan tersebut merupakan akses utama menuju kampung kami. Jembatan yang lebih kuat tentunya dibutuhkan karena warga kampung sebagian besar mempunyai sepeda motor dan mobil. Jika jembatan darurat ini diandalkan dalam jangka waktu yang lama, akan ada yang terjungkal dan terperosok ke sungai nantinya,” ujarnya.

Sebagai akses utama masuk kampung, jembatan tersebut memang semestinya harus dibangun yang lebih kokoh.  Mengandalkan jembatan darurat dalam waktu lama akan mengantarkan para warga yang melintas ke Unit Gawat Darurat pada suatu saat kelak. (pp04)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.