Antisipasi Kasus DBD, Kelurahan Padangsambian Intensifkan Gerakan PSN

psn padangsembian
Gerakan  Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Padangsambian. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Sebagai langkah antisipasi merebaknya  kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya, Kelurahan Padangsambian intensifkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak, Jumat (13/5/2022). Hal ini mengingat penambahan kasus DBD di Kota Denpasar sejak awal Januari-Mei 2022 mencapai total 466 kasus.

Lurah Padangsambian Alit Artika menjelaskan, gerakan PSN ini merupakan langkah cepat yang dilakukan oleh pihak Kelurahan Padangsambian untuk mencegah DBD mewabah di daerahnya. Selain PSN rumah ke rumah warga, beberapa area tanah kosong di lingkungan Padangsari juga tidak luput dari sisiran tim yang ditengarai menjadi sarang berkembang-biaknya nyamuk DBD.

“Kami sekaligus mengedukasi warga bahwa perkembangbiakan nyamuk DBD bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana. Yakni, dengan menerapkan gerakan 3M plus di lingkungan rumah tangga dan sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa langkah 3M yang dimaskud adalah menguras, menutup dan mendaur ulang. Menurutnya, langkah sederhana ini cukup mudah dilakukan oleh warga, sehingga pihaknya terus menerus mendorong warga untuk tidak bosan melakukan 3M ini.

“Sedangkan untuk plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan antara lain, berupa memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, gotong royong membersihkan lingkungan, menanam tanaman pengusir nyamuk dan lain sebagainya,” kata Alit Artika.

Pihaknya mengungkapkan jajaran Kelurahan akan tetap melakukan program serupa dan dilakukan secara rutin ke depannya.

“Sehingga kasus DBD kami harapkan bisa diminimalisir nantinya,” harapnya.

Sementara Pemegang Program DBD Dinkes Kota Denpasar, Sekar Wahyuni menyebutkan bahwa kasus DBD pada Januari-Mei 2022 totalnya mencapai 466 kasus. Adapun rincian jumlah pada Januari tercatatkan 137 kasus, Februari sebanyak 73 kasus, Maret sebanyak 108 kasus, dan kasus tertinggi terjadi pada April sebanyak 148 kasus.

“Wilayah yang paling rentan terjadi penularan yakni Kecamatan Denpasar Selatan yakni wilayah Sesetan, Sidakarya dan Panjer,” sebut Sekar.

Terkait hal tersebut, Sekar mengajak masyarakat untuk rutin secara berkala melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Tentunya agar kasus DBD dapat dicegah dan tidak makin meningkat. Menurutnya, jika hanya mengandalkan pemerintah tidak akan efektif jika fogging tidak diimbangi dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus. (030)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.