Madya Yani Tampil di Drama Gong Setelah Vakum Puluhan Tahun

madya yani
Anggota DPRD Bangli yang juga seniman Bangli, Ni Nengah Dwi Madya Yani. (sam)

BANGLI | patrolipost.com – Seniman Drama Gong, Ni Nengah Dwi Madya Yani (51) sudah dua puluh tahun vakum. Selama ini dirinya sibuk sebagai Anggota DPRD Bangli. Namun di HUT Bangli ke-818 ini, dirinya ikut tampil dalam pagelaran Drama Gong Legend pada Jumat (13/5/2022) malam.

Ditemui di rumahnya, Madya Yani menuturkan dirinya mulai aktif di drama gong sejak kelas IX. Diawali dari seka drama gong Banjar Pule. Kemudian mulai mendapat tawaran di seka-seka yang lebih besar. Madya Yani sempat bergabung di seka Duta Bon Bali, Bara Budaya, Kerti Buwana Sari dan Sancaya Dwipa. Diakui sosok Mangku Yudani menjadi salah satu panutan. Dari sisi penjiwaan luar biasa, dan selalu tampil prima.

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, drama gong yang diselenggarakan kali ini untuk memeriahkan HUT Bangli. Banyak seniman yang terlibat. Para seniman drama gong legendaris yang akan tampil, di antaranya ada Petruk, Perak, Cablek, Sang Ayu Tirta, Mangku Yudani, Sang Ayu Ganti dan lainnya. Selain itu juga ada beberapa seniman drama gong yang tergolong muda.

“Bapak bupati memberikan wadah untuk seniman bisa tampil. Dari paguyuban seniman Bangli menyambut baik. Drama gong ini ditampilkan untuk mengobati kerinduan para seniman maupun penikmat drama gong,” ungkapnya, Jumat (13/5/2022).

Madya Yani mengaku beberapa pekan lalu dirinya dikunjungi rekan-rekan seniman, diajak untuk ikut tampil di drama gong ini. Awalnya ada keraguan untuk ikut tampil karena sudah 20 tahun vakum. “Kalau rekan yang lain masih sering terima job. Kalau saya betul-betul tidak tampil dari tahun 2000-an,” jelasnya.

Karena banyak dukungan dari seniman dan keluarga akhirnya diputuskan untuk ikut tampil acara drama gong. Dirinya sudah sempat latihan dengan rekan lainya. Setidaknya sudah sempat latihan dua kali. Namun demikian, dirinya masih merasa gugup.

“Drama gong menggunakan bahasa Bali, sedangkan saya saat ini terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia. Jadi saya perlu latihan lagi. Bahasa dalam drama gong harus lugas,” kata politisi PDI-Perjuangan ini.

Perempuan yang menetap di lingkungan LC Aya Kelurahan Bebalang ini mengatakan agar bisa tampil maksimal di panggung, dirinya dibantu rekan lainnya untuk menyiapkan pakaian hingga riasan. Karena lama vakum, pakaian milik Madya Yani pun sudah berikan kepada orang lain.

“Sekarang tidak punya pakaian, jadi saya dibantu sama Sangat Ayu Ganti. Untuk latihan bahasa saya dibantu Mangku Yudani. Sejati ada ketakutan, jika penampilan saya mengecewakan. Tapi saya berupaya tampil optimal,” kata istri dari I Wayan Ray Mardhita ini.

Seniman drama gong di Bangli terbilang cukup banyak. Seniman tergabung di beberapa seka yang berbeda. “Bangli memiliki banyak seniman drama gong. Kami berharap generasi muda mau melestarikan drama gong,” jelasnya.

Madya Yani meminta berkat dari seniman yang telah berpulang. “Senior-senior yang telah berpulang agar bisa memberikan berkat sehingga gelaran drama gong kali ini berjalan lancar,” ucapnya.

Drama gong yang digelar kali ini diharapkan juga jadi momen kebangkitan drama gong. Tidak dipungkiri saat ini banyak seni lainnya yang berkembang. Tentu drama gong harus berpacu untuk bisa bersaing. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.