Murid SD Diduga Disodomi Tetangga, Katanya Dipaksa, Diiming Uang

sodomi 44444
Seorang anak laki-laki berinisial A di Kota Makassar mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. (ilustrasi/net)

MAKASSAR | patrolipost.com – Seorang anak laki-laki berinisial A di Kecamatan Manggala, Kota Makassar mengaku menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, lelaki berinisial MR (45).

Korban yang masih berusia di bawah 10 tahun mengaku dipaksa melayani nafsu MR di gubuk area pemancingan sekitar rumahnya. Pelaku disebut menyodomi murid sekolah dasar tersebut secara berulang di sana.

Peristiwa ini diterangkan oleh salah satu kerabat korban, lelaki berinisial YT. Dia menjelaskan bahwa pelaku adalah pengangguran berstatus lajang yang baru saja menghirup udara bebas dengan kasus serupa.

“Vonisnya kalau tidak salah 5 tahun. Jadi ditahu ini pas ada temannya korban lihat di gubuk, terus melapor ke orang tuanya. Di situ dia (korban) cerita kalau diperlakukan begitu sama pelaku. Disodomi baru dipegang kemaluannya terus menerus sampai dua minggu,” papar YT, Senin (24/1/2022).

Dia menjelaskan, peristiwa ini terungkap pada Rabu (19/1/2022). Setelah korban bercerita, pihak keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan didampingi pihak pemerintah.

“Harapan kami kasus ini ditindak, karena mengancam anak-anak di lingkungan kami. Apalagi ini orang residivis (kasus kekerasan seksual). Pelaku juga ini sudah mengaku waktu ditanya sama pak RT. Dia imingi uang Rp10.000. Korban takut jadi menurutinya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Achi Soleman menerangkan pihaknya telah melakukan asesmen kepada korban serta konseling psikologis. Selain itu pendampingan hukum juga telah dilakukan.

Laporan dilayangkan ke Unit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Makassar.

“Besok akan dijadwalkan pemeriksaan saksi korban jam 9 pagi. Dari hasil konseling secara psikologi ada upaya pemaksaan, diawali iming-iming uang,” kata Achi. (305/snc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.