BMKG: Banten dan Jabar Siap Siaga, Aktivitas Gempa Meningkat

gempa 22222
Gempa berkekuatan M 6,6 di Sumur, Banten, merusak sejumlah rumah. Salah satunya di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten. Tampak warga melihat kondisi rumah yang rusak parah akibat gempa, Jumat (14/1/2022). (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Gempa bumi Magnitudo 6,7 mengguncang selatan Banten hingga terasa ke sejumlah wilayah di Jabodetabek. Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya mencatat aktivitas gempa bumi meningkat sebulan terakhir. Untuk itu, dirinya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa terutama Banten dan Jawa Barat harus menyiapkan segala sesuatunya supaya warga tetap aman.

“Mohon diperhatikan kepada pemerintah daerah terutama di Jawa Barat, bahkan sampai Jawa Timur. Terutama di Banten, Jawa Barat. Dalam 30 hari terakhir ini memang kami mencatat terjadi peningkatan aktivitas kegempaan,” ucap Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/1/2022).

Dwikorita menambahkan gempa selama sebulan terakhir tidak semuanya dirasakan masyarakat karena magnitudo yang kecil. Namun, aktivitas kegempaan meningkat.

“Alangkah baiknya apabila ada kesiapan. Siap siaga, terutama sudah menyiapkan bagaimana kondisi rumah dikondisikan tahan, cukup kuat terhadap gempa, dan kesiapan-kesiapan sebelum kejadian,” ujarnya.

Dwikorita pun meminta agar masyarakat perlu menyiapkan beberapa hal. Pertama, jauhkan barang yang mudah roboh dan barang labil dari tempat orang bekerja atau beristirahat. Kedua, siapkan perlindungan di gedung bertingkat. Soalnya, mereka yang berada di gedung tinggi akan lebih sulit untuk turun keluar gedung.

“Ada perlindungan sementara, misal meja makan yang kokoh atau benda apapun yang kokoh,” kata Dwikorita. Lebih lanjut, Dwikorita meminta masyarakat perlu sering berlatih mengevakuasi diri. “Terutama di gedung bertingkat,” ucapnya.

Pasien Covid Berhamburan
Gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang berpusat di Banten terasa kuat guncangannya hingga DKI Jakarta. Saat gempa mengguncang, pasien Covid-19 di Krukut, Jakarta Barat, yang sedang melakukan isolasi mandiri sempat berhamburan ke luar rumah.

“Iya pada tunggang langgang lah ke luar (rumah), pasti pada keluar lah gitu,” kata Ketua RW 02 Krukut, Hadi Riswanto, kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Namun tak berselang lama setelah gempa berlangsung, warga langsung kembali ke rumah masing-masing.

“Cuma setelahnya langsung masuk lagi,” kata Hadi.

Guncangan saat gempa membuat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, panik dan sempat meninggalkan kamar masing-masing.

“Iya tadi di Wisma Atlet sempat keluar,” kata Koordinator Humas Wisma Atlet Kolonel Mintoro Sumego, Jumat (14/1).

Dia menyampaikan para pasien berhamburan ke luar gedung. Namun Mintoro memastikan pasien tetap ada dalam zona merah.

Mintoro menilai keluarnya para pasien dari tower isolasi adalah hal wajar, yang bakal dilakukan siapa saja yang berada di dalam gedung saat kondisi gempa bumi.

“Sempat terjadi kepanikan, tetapi kan itu wajar, sama halnya ditempat lain ketika terjadi gempa. Mereka cuma keluar sebentar terus balik ke tower masing-masing lagi, jadi mereka tetap di red zone, tidak keluar ke mana-mana,” terang dia. (305/snc/dtc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.