PTM Penuh di Klungkung Berlangsung 4 Jam Sehari

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
persiapan 3333
Persiapan siswa sebelum memasuki ruang kelas untuk belajar. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung memberikan perhatian khusus pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).

PTM di Klungkung ini dimulai sejak Senin (10/1) lalu ini, dimana Dinas Pendidikan memberi perhatian khusus karena ada SD yang jumlah muridnya banyak, sehingga harus dibagi menjadi dua shift.

Hal tersebut ditegaskan Kadisdik Klungkung Drs Ketut Sujana. Menurut Ketut Sujana, Selasa (11/1/2022). Hal itu dilakukan agar PTM tak berlangsung hingga sore, maka jam belajar dipangkas, yang seharusnya 6 jam menjadi 4 jam.

Lebih lanjut ditegaskan, dari hasil monitoring Dinas Pendidikan Klungkung ke sejumlah sekolah, PTM penuh dikatakan sudah berjalan sesuai ketentuan. Di jenjang SMP, apabila jumlah pelajar di masing-masing kelas melebihi 32 orang, maka pembelajaran akan dilangsungkan dalam dua shift, yakni pagi dan siang. Sementara untuk jam belajar di setiap shift, disesuaikan dengan aturan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yaitu selama 6 jam. Sejauh ini, pelaksanaan di lapangan sudah berjalan lancar. Apalagi semenjak PTM terbatas masih diberlakukan, masing-masing sekolah juga sudah menerapkan skema yang serupa.

“Intinya memang PTM penuh, tapi untuk sekolah yang siswanya banyak dan kekurangan sarana dan prasarana, maka dibagi menjadi dua shift. Tadi saya sudah cek ke lapangan dan besok kita evaluasi. Secara umum mereka (sekolah SD dan SMP) sudah siap PTM penuh dengan prokes,” jelas Ketut Sujana.

Di samping itu, Sujana juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan mengenai layanan angkutan siswa gratis. Selama PTM penuh digelar, Sujana berharap seluruh siswa dapat dilayani dengan angkutan siswa gratis sesuai dengan jadwal mereka ke sekolah. Tentunya tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

Sementara, salah satu orang tua siswa, Komang Sri menyambut baik dimulainya PTM penuh. Apalagi saat PTM terbatas, anaknya yang masih TK hanya ke sekolah sebanyak 3 kali dalam seminggu. Itupun jam belajarnya dibatasi hanya satu jam saja. Sedangkan kini, anak-anak sudah belajar secara normal, tentunya masih dengan penerapan prokes ketat.

“Saya bersyukur anak-anak bisa ke sekolah Senin-Sabtu. Jadi anak saya yang masih TK bisa bertemu dengan teman-temannya dan bermain sambil belajar di sekolah lebih lama,” terang Komang Sri. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *