Dimediasi DPRD, Masalah Pegawai ‘Yeh Buleleng’ Tuntas

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
karyawan yeh buleleng
Karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi, Nyoman Sumiarta mewakili karyawan telah membuat pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Buleleng, Kamis (6/1/2022). (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Janji Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menyelesaikan kemelut pekerja di PT Tirta Mumbul Jaya Abadi melalui pemanggilan direksi perusahaan benar dilakukan. Tidak saja menghadirkan Dirut PT Tirta Mumbul Jaya Abadi sebagai produsen Yeh Buleleng, Nyoman Artha Widnyana, ikut hadir Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana, dalam pertemuan tertutup di ruang Ketua Dewan Gede Supriatna, Kamis (6/1/2021).

Sebelumnya, akibat kesulitan likuiditas, perusahaan yang memproduksi air mineral Yeh Buleleng sudah 7 bulan tak bisa menggaji pekerjanya. Untuk memperoleh jalan keluar Rabu (5/1) sejumlah pekerjanya mendatangi  Gedung DPRD Buleleng setelah sebelumnya melakukan hal yang sama ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Buleleng.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di PT Tirta Mumbul Jaya Abadi. Terlebih perusahaan yang memproduksi air mineral kemasan ‘Yeh Buleleng’ ini merupakan bagian dari PDAM Buleleng milik Pemkab Buleleng.

“Kami berdiskusi menggali informasi kondisi perusahaan Yeh Buleleng. Kami berusaha  menyelesaikan persoalan ini, karena Pemkab juga jadi pemilik, sebab PT Tirta Mumbul Jaya Abadi ini bagian dari Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng,”ujar Supriatna usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng selaku pemegang saham mayoritas di Yeh Buleleng sebesar 83 persen,  menyatakan siap menyuntikkan dana ke perusahaan Yeh Buleleng, untuk mengatasi masalah keuangan yang tengah membelit perusahaan Yeh Buleleng.

“Dirut PDAM sudah menyatakan siap ikut menyelesaikan persoalan ini sebagai solusi penyelesaian secara menyeluruh bukan hanya persoalan gaji karyawan, namun juga menyelamatkan nasib perusahaan,” ucap Supriatna.

Sementara Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Made Lestariana membenarkan pihaknya akan menyuntik dana untuk mengatasi masalah likuiditas yang dihadapi PT Tirta Mumbul Jaya Abadi.

Sebelum itu dilakukan, menurut Lestariana akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa dalam waktu dekat.

“Bila perlu besok (Jumat,7/1)  RUPS Luar Biasa akan digelar. Dengan suntikan dana ini, diharapkan agar tunggakan gaji karyawan segera terselesaikan,” kata Lestariana.

Sedangkan Dirut PT Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) Nyoman Artha Widnyana mengaku, suntikan dana dari Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng merupakan dukungan dari pemegang saham, sehingga perusahaan ini tetap jalan sesuai harapan bersama.

Dengan solusi itu, Arta Widnyana berharap, perusahaan Yeh Buleleng berjalan normal seperti tahun 2005 sampai 2019 sebelum ada Covid-19,yang mampu memberikan profit hingga saat ini sekitar Rp 8,8 miliar.

“Solusinya sudah ditemukan melalui pimpinan DPRD agar pemilik perusahaan  Perumda Tirta Hita mensupport untuk menyelesaikan segala kewajiban. Mudah-mudahan ini menjadi kabar menyejukkan bagi karyawan. Nanti bagaimana  mekanismenya, ya mudah-mudahan segera (bisa diatasi),” tandas Arta Widnyana.

Lapor Polisi

Sementara itu salah satu perwakilan karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi Nyoman Sumiarta mewakili karyawan telah membuat pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Buleleng, No Dumas/09/Res 7.4./1/2022/SPKT/POLRES BULELENG, pada Kamis (6/1) siang.

Dumas tersebut mengadukan Direktur Umum PT Tita Mumbul Jaya Abadi, atas nama Gede Ariadi, SKom terkait dugaan tindak pidana UU RI No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo Peraturan Pemerintah No 36 tahun 2021 tentang pengupahan. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *