Mahasiswa KKN Unika St Paulus Ruteng Gelar Pelatihan Produksi Sari Temulawak

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
mahasiswa kkn
Para Mahasiswa KKN St Unika St Paulus Ruteng dan Ketua PKK Desa Golo Wune (sedang mengaduk) saat kegiatan produksi sari temulawak. (rob)

BORONG | patrolipost.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata  (KKN) Universitas Katolik (Unika) St Paulus Ruteng gelar pelatihan produksi sari temulawak. Pelatihan dilaksanakan di Dusun Heso, Desa Golo Wune, Kecamatan Lambaleda Selatan, Manggarai Timur, Senin (3/1/2021).

Yoseph Leonardus Kosin, salah satu Mahasiswa KKN menjelaskan, kegiatan produksi sari temulawak menjadi agenda kegiatan terakhir para mahasiswa tersebut. Kegiatan produktif seperti pembuatan sari temulawak merupakan salah satu langkah membangun ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi agenda kegiatan terakhir sebelum kami kembali ke kampus Unika St Paulus. Kegiatan produksi temulawak ini menjadi salah satu alternatif meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini bisa terwujud jika sari temulawak diproduksi dalam jumlah banyak dan dipasarkan,” jelas Aldo (sapaannya).

Peserta KKN lainnya, Mathilda Jelina menjelaskan khasiat sari temulawak diantaranya menyembuhkan napsu makan, melancarkan haid (bagi perempuan), menyembuhkan maag, mengurangi rasa capai, dan mengatasi insomnia. Dosis untuk sekali minum 3 (sendok makan) diseduh dengan air panas. Sedangkan untuk anak-anak dosisnya lebih sedikit dari kaum dewasa dan disarankan untuk tidak terlalu sering  mengonsumsinya.

Pantauan Patrolipost.com, para mahasiswa KKN bahu membahu dalam proses pembuatan sari temulawak. Mulai dari mencuci bahan-bahan, pemarutan, memasak air perasan rempah-rempah tersebut sampai proses akhir menjadi sari temulawak.

Menurut Sekretaris Desa Golo Wune Florianus Madu, bahan-bahan disiapkan oleh perangkat Desa yang diperoleh dari warga desa secara gratis.

“Bahan-bahan produksi disiapkan oleh kami perangkat desa. Adik-adik mahasiswa tinggal menggelar kegiatan produksi sari temulawak. Kegiatan seperti ini menjadi kegiatan potensial karena bisa ditiru oleh masyarakat produksi sari temulawak untuk konsumsi sendiri maupun untuk dipasarkan,” ungkap Flori.

Kegiatan produksi sari temulawak diikuti delapan mahasiswa KKN yang terdiri dari Indrawati Alina, Metilda Jelina, Viviliana Nastiana Pangung, Emilia Ica Marintan, Selfiana Elfrida, Yoseph Leonardus Kosin, Bruno Supryadi, dan Fransiskus Hambur. Kegiatan dipantau langsung oleh Sekdes Golo Wune, Kepala Dusun Heso, Ketua PKK Desa Golo Wune Veronika Reni didampingi wakilnya Maria Sastriana  Minarti dan Rofina Unik. (pp04)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *