Keluarga Ikhlas, Relakan Anaknya Meregang Nyawa Bukan karena Vaksin

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
bayu 444a4444
Murid Kelas 6 SD, Muhammad Bayu Setiawan. (ist)

JOMBANG | patrolipost.com – Komisi Nasional (Komnas) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menyimpulkan meninggalnya murid SD di Jombang, Muhammad Bayu Setiawan, bukan karena vaksinasi. Kesimpulan hingga saat ini, sulit untuk mengaitkan penyebab kematian karena vaksin Covid-19.

“Jadi kita kan sudah audit bersama Komda KIPI. Hasil investigasi mereka kita berkesimpulan tidak terkait vaksinasi,” ujar Ketua Komisi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed, dilansir Jumat (31/12/2021).

Dengan begitu, penyebab meninggalnya murid kelas 6 SD itu hingga kini masih menjadi teka-teki. Belum diketahui penyebab meninggalnya Bayu.

“Dari diskusi tadi audit Komnas KIPI belum bisa menyimpulkan dari mana penyebab meninggalnya. Karena sepertinya sudah meninggal dalam perjalanan,” kata Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jombang Haryo Purwono.

Haryo menjelaskan audit bersama Komnas KIPI tidak sampai membahas apa penyebab meninggalnya Bayu yang sesungguhnya. “Karena data secara medis kan tidak bisa lengkap karena sudah meninggal. Karena meninggalnya dalam perjalanan,” terangnya.

Murid kelas 6 SDN Gedangan, Mojowarno, Jombang itu, lanjut Haryo, meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto. Jenazah Bayu tidak sempat diperiksa oleh petugas medis di puskesmas tersebut.

“Kemarin itu langsung orang tuanya ingin ya sudah dibawa pulang karena sudah meninggal,” tandasnya.

Di lain sisi, orang tua Bayu sudah mengikhlaskan kematian putranya. Mereka juga menolak autopsi terhadap jenazah bocah berusia 12 tahun tersebut. Bayu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Kaswan (50) dan Miyatin (48).

Karena tidak ada laporan, polisi juga tidak bisa bergerak. Keluarga juga menolak jenazah anaknya diautopsi.

“Sedangkan dari sisi keluarga sendiri kemarin kan tidak mau dilakukan autopsi. Sebenarnya (autopsi) biar lebih tahu penyebab meninggalnya anak ini,” ujar Kasat Reskrim Polsek Jombang AKP Teguh Setiawan.

Bayu sedianya mengikuti vaksinasi Covid-19 di sekolahnya pada Kamis (23/12). Namun, murid kelas 6 SDN Gedangan itu baru bisa mengikuti vaksinasi di Puskesmas Mojowarno pada Senin (27/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dinas Kesehatan Jombang menyatakan Bayu sudah melalui pemeriksaan kesehatan (screening) sesuai aturan sebelum divaksin. Saat itu, Bayu dinyatakan normal dan memenuhi syarat untuk divaksin. Korban diberi vaksin Pfizer dosis pertama karena bocah yang lahir 1 September 2009 itu usianya sudah 12 tahun.

Bayu lantas menderita demam dan muntah-muntah pada Senin (27/12) tengah malam. Ia dibawa orang tuanya ke Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto pada Selasa (28/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Sampai di puskesmas, petugas medis menyatakan bocah berusia 12 tahun itu sudah meninggal dunia.

Komisi Daerah (Komda) KIPI Jombang bersama tim dari Dinkes setempat mengusut penyebab meninggalnya Bayu. Sampai saat ini mereka belum bisa menyimpulkan Bayu meninggal karena efek samping vaksin atau ada penyebab lain. (305/dtc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *