Soft Launching “Bank BPD Bali Madolan” di Bandara Ngurah Rai, Kebangkitan UMKM Bali di Masa Covid-19

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
2021 12 29 07 49 36 914
2021 12 29 07 49 36 914

Soft Launching Gerai “Bank BPD Bali Madolan” di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

 

Bacaan Lainnya

 

BADUNG | patrolipost.com – Upaya mendorong UMKM binaan Bank BPD Bali terus di lakukan Bank milik rakyat Bali, yakni dengan membuka gerai UMKM di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di area kedatangan domestik.

Kehadiran Gerai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendapat sambutan positif para pelaku usaha, mereka optimis gerai UMKM bisa membantu pemasaran produk UMKM sehingga ke depan produk lokal mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.

“Gerai UMKM merupakan tempat memajang berbagai produk yang dihasilkan perajin Bali sehingga bisa dikenal masyarakat luas,” sebut Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, disela Soft Launching Gerai “Bank BPD Bali Madolan”, Selasa (28/12/2021).

Diakui saat ini banyak UMKM yang memproduksi berbagai produk, hanya saja memang hingga saat ini belum semua UMKM punya ruang sendiri. Keberadaan gerai “Bank BPD Bali Madolan” tentu siap mengakomodir produk-produk UMKM yang belum punya tempat itu. Sekaligus kehadiran gerai tersebut, dapat membantu pemerintah dalam membina dan mengembangkan berbagai produk UMKM lokal. “Bank BPD Madolan” mengusung konsep sentuhan budaya Bali ini bisa dilihat dari berbagai produk yang ditampilkan.

“Gerai ini upaya atau bagian pemulihan ekonomi nasional perlu didukung serta searah dengan pembiayaan bagi UMKM termasuk digitalisasi (Onboarding). Terima kasih sampaikan kepada pihak Angkasa Pura yang telah memfasilitasi gerai ini serta pihak lainnya,” sebutnya.

Dirut Sudharma juga memyampaikan, kegiatan pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi bisa diwujudkan di akhir tahun 2021. Tentunya, fasilitas yang ada terus dibenahi salah satunya yakni bekerjasama dengan Dekranasda dan Bali Mall juga Bank Indonesia.

“BaliMall selaku ecomerce yang telah diakui secara nasional tentunya diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi berkembangnya UMKM Bali di market place,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho yang hadir dalam kesempatan ini menyampaikan, sesuai dengan arahan Presiden, berbagai pihak harus berperan aktif dalam mendukung perkembangan UMKM, melalui penyediaan ruang yang lebih besar bagi para pelaku usaha untuk berkarya dan memasarkan produknya.

“Hal tersebut sejalan dengan peran besar UMKM bagi perekonomian Indonesia dimana kontribusi UMKM terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) mencapai 57,14% dan menyerap 96,92 persen dari total tenaga kerja yang ada,” katanya.

Oleh karena itu, Bank Indonesia mengapresiasi soft launching “Bank BPD Madolan” gerai UMKM yang diinisiasi oleh Dekranasda Bali dan BPD Bali guna mewujudkan tempat bagi UMKM memperkenalkan produknya di salah satu lokasi strategis bagi wisatawan.

“Diproyeksikan sekitar 22.000 wisatawan akan datang ke Bali saat musim liburan ini dan lebih dari 50 persen menggunakan moda transportasi udara. Hal ini dapat diartikan dalam sehari lebih dari 10.000 wisatawan berpotensi menjadi calon pelanggan bagi UMKM yang menjual produknya di gerai UMKM ini,” tuturnya.

Trisno Nugroho juga menegaskan, Bank Indonesia siap bersinergi dengan berbagai stakeholders guna melanjutkan dan memperkuat program-progam pengembangan UMKM yang selama ini dijalankan.

“Mari bersama kita mendorong pengembangan UMKM Bali melalui sinergi kebijakan, peningkatan kreatiVitas UMKM, dan digitalisasi pemasaran serta pembayaran. Besar narapan kami agar ke depan kerjasama yang terjalin semakin kuat antara Pemerintan baerah, Dekransda, Perbankan, e-commerce, pelaku UMKM, serta Bank indonesia dalam memfasilitasi dan mengimplementasikan program-program pengembangan UMKM di Bali,” imbuhnya.

Dari sisi lain Trisno Nugroho juga menyampaikan, penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) saat ini sebagai game changer metode pembayaran digital yang aman dan higienis berkembang pesat di Bali. Kemudahan QRIS telah dinikmati oleh merchant di berbagai segmen, mulai dari pedagang kaki lima, pusat perbelanjaan modern, sampai rumah-rumah ibadah.

Per 17 Desember 2021, jumlah merchant QRIS di Bali telah menembus lebih dari 388 ribu merchant, melampaui target yang Bank Indonesia prediksi untuk tahun 2021 yakni sebanyak 363.100 merchant. Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari dukungan semua pihak mulai dari Pemerintah, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), hingga masyarakat.

“Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholders, khususnya kepada Pemerintah Provinsi Bali dan BPD Bali, atas pencapaian QRIS yang tentunya kita implementasikan bersama untuk mengakselerasi digitalisasi dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi Bali dan Nasional,” sebutnya.

Namun demikian, menurut Trisno Nugroho pencapaian ini bukanlah garis finish. Di tahun 2022, pekerjaan rumah nantinya sudah bukan lagi pada perluasan dari sisi merchant, melainkan lebih pada peningkatan penggunaan QRIS oleh masyarakat itu sendiri.

“Karena akan menjadi percuma apabila infrastruktur dan ekosistem sudah tersedia, namun tidak dipakai, maka manfaatnya juga tidak dapat dirasakan secara maksimal,” katanya mengingatkan. Dan ia yakin banyak sekali ide dan inovasi yang bisa dikolaboras dan sinergikan bersama untuk mendorong penggunaan QRIS seperti, penyelenggaraan event strategis, pemberiaan “sweetener” baik kepada merchant maupun konsumen berupa discount, cashback, doorprize. Lantas menciptakan area khusus non-cash payment atau jalur cepat yang hanya menerima pembayaraan non-tunai, sambungnya.

Sedangkan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, yang juga hadir dalam launching gerai “Bank BPD Madolan” mengatakan, kehadiran gerai ini tak lain wujud dari salah satu mimpinya selama ini. Setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo berkesempatan mengunjungi showcase UMKM binaan Dekranasda yang ada di Art Centre Denpasar di sela kunjungan kerja Presiden Jokowi di Bali.

“Hadirnya produk-produk Bali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan kebangkitan IKM Bali di masa pandemi Covid-19. Dengan adanya ruang itu maka keberlangsungan produk Bali bisa terus dikembangkan. Caranya dengan meningkatkan kualitas SDM agar bisa berdaya saing,” sebut Putri Koster yang tak lain istri Gubernur Bali, Wayan Koster, seraya menyampaikan terima kasih kepada pihak Angkasa Pura yang telah memfasilitasi gerai “Bank BPD Madolan”. (wie)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *