Seniman Drama Gong Pemeran Patih Agung Berpulang, ”Minta Cukur Kumis, Jenggot dan Potong Kuku”

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
suasana 3333
Maestro seniman Drama Gong Bali, Anak Agung Gede Rai Kalam meninggal dunia. Terlihat suasana di kediaman almarhum. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Maestro Seniman senior Drama Gong Bali Timur, pemeran Patih Anom, Anak Agung Gede Rai Kalam (84), asal Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, meninggal dunia di kediamannya, Senin (20/12).

Almarhum Anak Agung Rai Kalam sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, dirinya setelah bertahun-tahun berkutat dengan penyakit diabetes melitus yang dideritanya sejak lama.

Seniman kesohor Drama Gong Bali yang mulai menapak karirnya sejak 1967 ini, diketahui kali pertama meninggal dunia oleh keluarganya di kamarnya, sekitar pukul 10.00 Wita. Ketika itu Rai Kalam dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri saat hendak dibawakan makanan. Ternyata saat dicek pergelangan tangannya sudah tidak ada denyut nadi. Untuk memastikan pihak keluarga memanggil petugas medis, dan oleh petugas medis dinyatakan Rai Kalam sudah meninggal dunia.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisi Rai Kalam sebenarnya sudah membaik pasca dirawat inap di RSU Bintang-Klungkung, selama 8 hari sejak Minggu (7/11) lalu. Rai Kalam dilarikan ke IGD karena ketika itu sempat drop akibat penyakit gula darahnya kambuh.

Rai Kalam diketahui menderita sakit sejak lama karena sakit diabetes. Sakit diabetes inilah yang menimbulkan komplikasi sesak nafas dan maag. Bahkan, di Tahun 2015 Rai Kalam sempat menjalani rawat inap selama 19 hari di RSUD Klungkung. Sehingga dihari-hari terakhirnya, Rai Kalam yang sudah renta lebih banyak menghabiskan waktunya saat rehat santai di kursi roda saja.

Tampak, suasana duka di kediaman almarhum Anak Agung Gede Rai Kalam di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Senin sekitar pukul 11.00 Wita. Mendengar kepergian seniman legendaris ini meninggal dunia, sanak keluarga, kerabat mulai berdatangan untuk melayat. Bahkan, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan anggota DPRD Klungkung turut mengucapkan berdukacita atas kepergian Rai Kalam serta menyempatkan diri melayat dikediaman almarhum.

Menurut penuturan keluarga besar alamarhum Rai Kalam, Agung Yuniari ,menyatakan rencananya almarhum akan dipalebon di Setra Desa Paksebali, Wraspati Pon Krulut, Kamis (23/12). Sedangkan, untuk saat ini jenazah masih disemayamkan di rumah duka di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali.

Kepergian almarhum meninggalkan duka dan kesan mendalam bagi keluarga. Karena selama ini ayah yang dikaruniai 5 orang anak dengan istrinya Desak Mayun (Biyang Mayun), dan 7 cucu dan 4 cicit ini dikenal sebagai sosok yang sangat bijaksana.

“Ajik (ayah) meninggal sekitar pukul 10.00 Wita,” ujar putri kedua dari Anak Agung Gede Rai Kalam, Anak Agung Istri Oka Yuniari.

Penuturan Anak Agung Yuniari, bahwa ajiknya setelah dibolehkan pulang pasca menjalani rawat inap di RSU Bintang, kondisi ayahnya sudah berangsur-angsur membaik. Bahkan, saat berada di rumah ayahnya sering minta keluar kamar untuk menonton televisi.

“Ajik suka sepakbola, bulu tangkas, dan tinju,” kenang Agung Yuniari, sembari berkata sebelum meninggal dunia ayahnya sempat minta dicukur, kumis jenggot dan minta potong kuku.

Yuniari, pun cukup aktif mengikuti jejak seniman sang ayah, karena sering diajak ke tempat pentas. Setelah dewasa di tahun 1990 an dirinya sempat ikut pentas dalam sejumlah drama Gong. Adapun pesan yang paling diingat dari sang ayah agar tidak melakukan sesuatu setengah-setengah.

“Jika sekolah agar sekolah saja, jangan ikut main drama. Begitu juga sebaliknya,” kata Yuniari mengingatkan pesan almarhum.

Agung Rai Kalam juga berhasil memperoleh sejumlah penghargaanya sebagai seniman. Diantaranya, Piagam Aji Sewaka Nugraha, dari Pemkab Klungkung. Penghargaan pembinaan dan pengembangan Drama Gong, dari Pemkab Klungkung. Penghargaan sebagai Seniman Tua dari Pemprov Bali, dan Piagam Dharma Kusuma dari Pemprov Bali. Almarhum merupakan maestro Drama Gong Bali. Semasa hidupnya, Anak Agung Gede Rai Kalam dikenal perannya sebagai Patih Anom pada seni drama gong, yang populer pada masa 1970-an sampai 1990-an. Jenazah beliau rencananya akan dilakukan prosesi pelebon pada tanggal 23 Desember mendatang.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Klungkung dimana Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ny Ayu Suwirta Selasa(21/12) sempat melayat sekaligus menyerahkan (Pitra Bakti) akta kematian ke rumah duka Almarhum Anak Agung Gede Rai Kalam, di kediamannya di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Kabupaten Klungkung. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *