Bupati Manggarai Serahkan Bantuan Sembako untuk Kaum ODGJ

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
odgj matim
Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit saat mengunjungi ODGJ di Lao. (ist)

RUTENG | patrolipost.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Keuskupan Ruteng berikan perhatian kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Wujud perhatian Pemkab Manggarai  berupa penyerahan bantuan sembako.

Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit SE MA didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Nabit di Lao, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Jumat (17/12/2021).

Bacaan Lainnya

Selain Sembako,  Bupati Hery juga  menyerahkan bantuan berupa material pembangunan MCK untuk kedua ODGJ tersebut. Ia juga hadir bersama petugas kesehatan untuk memberikan vaksin kepada mereka.

Bupati Hery mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil kerja sama Pemkab Manggarai, Keuskupan Ruteng dan masyarakat sekitar.

“Kita sama-sama bantu ODGJ, tapi yang paling penting ada keterlibatan masyarakat, karena untuk menyelesaikan persoalan seperti ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau gereja, tapi keterlibatan masyarakat juga penting apalagi mereka yang setiap hari bersama ODGJ. Di Lao, ini menjadi contoh untuk masyarakat lainnya, karena masyarakat di sini sangat antusias untuk membantu keluarga ODGJ ini,” jelasnya.

Warga sekitar, Emilianus Kilut mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Manggarai dan Keuskupan Ruteng. Sebab selama ini masyarakat sekitar hanya bantu seadanya. Dikatakan Emilianus, selama ini banyak orang yang ingin memberikan bantuan kepada kedua ODGJ tersebut, tapi selalu ditolak.

“Selama ini banyak orang yang mau berikan bantuan, tapi mereka (ODGJ) selalu tolak, mereka tidak mau dibantu oleh Pemerintah. Tapi saat Ibu Bupati (Istri Bupati Manggarai, Meldyanti Hagur Nabit) ke sini beberapa waktu lalu, mereka terima dengan baik, memang awalnya agak susah, tapi sekarang sepertinya mereka kelihatan akrab,” katanya.

Emilianus juga meminta kepada Pemda Manggarai untuk membantu bangun rumah ODGJ tersebut, karena rumahnya dinilai tidak layak huni.

“Rumah ini dulu kami masyarakat di sini yang bangun, sehingga kondisi seadanya saja. Kalau bisa ke depan ada bantuan rumah dari pemerintah dan bantu biaya kehidupan mereka sehari-hari,” pungkasnya. (pp04)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *