Gubernur Koster: Prioritaskan Keluarga Pemilik Lahan untuk Bekerja Nanti

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
gubernur 55555
Gubernur Bali, I Wayan Koster didampingi Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat dialog dengan pemilik lahan di Balai Budaya Ide Dew Agung Istri Kanya, Kamis (16/12/2021). (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mendampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam acara forum dialog dengan masyarakat Desa Jumpai dan Desa Tangkas bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (16/12/2021).

Hadir pada kesempatan dialog tersebut antara lain Kapolda Bali, Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra SH MSi beserta Forkopimda Provinsi Bali dan Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana SIK MH, Dandim 1610/Klungkung Letkol Inf Suhendar Suryaningrat SH MSi serta Forkopimda Kabupaten Klungkung dan warga masyarakat pemilik lahan.

Forum dialog ini dilaksanakan dalam rangka pembebasan lahan yang dipergunakan untuk akses jalan dan perluasan penunjang sebagai bagian dari pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali.

Dalam dialog tersebut, Bupati Suwirta berpesan kepada masyarakat Desa Jumpai, dan Desa Tangkas apabila kedepannya menemukan suatu permasalahan terkait Pusat Kebudayaan Bali untuk dapat menyelesaikan secara damai dengan duduk bersama.

“Kepada para pemilik lahan utamanya masyarakat Jumpai dan Tangkas jika ada permasalahan sebaiknya duduk bersama diselesaikan secara damai,” pinta Bupati Suwirta.

Dalam kegiatan ini Kapolda Bali, Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra memberikan sambutan, pentingnya kegiatan dialog bersama untuk pembangunan kawasan PKB, proses pengadaan lahan sudah berlangsung panjang dan apabila terdapat permasalahan melalui forum ini dapat diselesaikan dengan baik dimana bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Klungkung dan Bali pada umumnya.

“Polri sangat mendukung penuh kegiatan ini untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam menjaga kamtibmas,” terang Irjen Putu Jayan Danu Putra.

Sementara itu dialog yang dipimpin langsung Gubernur Bali, I Wayan Koster meminta kepada para pemilik lahan untuk bersama sama mensukseskan rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali yang akan dibangun ini.

Gubernur juga menyadari ternyata pemilik lahan bukan hanya berasal dari Tangkas, Gunaksa maupun Jumpai ternyata juga ada warga dari luar Klungkung.

Dalam sesi dialog interaktif dengan masyarakat pemilik lahan, dimana pemilik lahan yang mengaku bernama Ketut Artawan asal Antiga meminta jika nanti setelah dibebaskan nantinya keluarganya bisa bekerja di tempat tersebut.

“Jika nanti ada tempat usaha bisa keluarga tiang berusaha di tempat tersebut,” ujarnya.

Pemilik lahan yang lain Madra pemilik usaha Beton Indah mengaku juga memiliki tanah di eks galian C tersebut. Namun dirinya meminta kepada Gubernur agar nominal ganti rugi yang dibayarkan nantinya tidak terlalu kecil sehingga tidak bisa dibelikan tanah di tempat lainnya.

Gubernur Wayan Koster diakhir dialog berjanji akan mempasilitasi keluarga para pemilik lahan agar diprioritaskan bisa bekerja nanti di tempat tersebut.

“Kita sudah minta hal tersebut didata nantinya bisa ditindak lanjuti,” pungkasnya. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *